Selamat Datang Bogorian!

World Cleanup Day 2026, Pemkot Bogor Dorong Pengelolaan Sampah Jadi Gaya Hidup

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperingati World Cleanup Day (WCD) Tingkat Kota Bogor Tahun 2026 yang dipusatkan di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Sudirman, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu (4/10/2026).

 

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, berbagai langkah yang dilakukan Pemkot Bogor, khususnya dalam pengelolaan dan pengendalian sampah, diharapkan dapat mendukung kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

 

“Semoga langkah yang kita ambil mampu mendukung kehidupan masa depan untuk generasi muda sesuai dengan motto Kota Bogor, Di Nu Kiwari Ngancik Nu Bihari, Seja Ayeuna Sampeureun Jaga. Yang kita nikmati hari ini adalah hasil warisan para pendahulu kita. Untuk itu, kita harus mewariskan hal-hal baik untuk generasi muda ke depan,” kata Dedie Rachim.

 

Ia menyampaikan, peringatan WCD Tingkat Kota Bogor Tahun 2026 yang mengusung tema “Aksi Bersih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah” sedianya dilaksanakan pada September 2026.

 

Namun, kegiatan tersebut ditunda karena pada periode yang sama Pemkot Bogor berfokus pada upaya pengendalian dan pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga.

 

Menurut Dedie Rachim, tantangan yang dihadapi ke depan cukup besar, terutama terkait persoalan sampah dan kualitas udara. Sampah yang tidak dikelola dengan baik, kata dia, dapat berdampak terhadap kehidupan generasi penerus.

 

“Kalau sampah tidak dikelola dengan baik, tentu akan berdampak pada nasib generasi penerus. Kita akan menghadapi persoalan sampah di mana-mana. Ditambah lagi, kalau tidak ada kebijakan yang mendukung pengelolaan sampah dan pengendalian kualitas udara dengan baik, maka lingkungan yang sehat dan baik tidak akan terwujud,” jelasnya.

 

Ia menyebut, salah satu kebijakan yang diterapkan Pemkot Bogor untuk mendukung kualitas udara sekaligus membangun ruang publik yang sehat adalah pelaksanaan CFD. Dedie Rachim mengajak masyarakat untuk menjadikan kepedulian terhadap sampah sebagai bagian dari perilaku sehari-hari.

 

“Malu membuang sampah sembarangan merupakan hal yang berkaitan erat dengan tingkat peradaban manusia. Kalau kita melihat sampah, bisa kita ambil, kumpulkan, kemudian kita pilah karena sampah juga bisa bernilai ekonomi,” ujarnya.

 

Di hadapan peserta WCD dan masyarakat yang tengah menikmati CFD, Dedie Rachim juga menyampaikan pesan yang pernah disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), untuk memuliakan sungai.

 

Menurutnya, air merupakan sumber kehidupan sehingga sungai harus dijaga dan tidak dijadikan tempat membuang sampah.

 

“Lingkungan bersih merupakan bagian penting dari mengelola dan mengendalikan sampah yang akan menjadi gaya hidup kita,” tegas Dedie Rachim.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Rudy Mashudi mengatakan, pelaksanaan WCD tahun 2026 yang dikolaborasikan dengan kegiatan CFD diharapkan dapat menjadi momentum bagi pemuda dan pemudi Kota Bogor untuk turut mengambil peran dalam menjaga kebersihan lingkungan.

 

Hingga akhir September 2026, tim sosialisasi pilah dan pilih sampah telah melaksanakan 53 kali sosialisasi hingga tingkat RT.

 

“Pilah pilih sampah dari sumber menjadi fokus yang akan terus disosialisasikan dan diedukasikan. Secara transisi, kita akan mempersiapkan hal yang besar di Kota Bogor terkait PSEL yang akan beroperasi pada 2028,” kata Rudy.

Tutup