Selamat Datang Bogorian!

Kementerian LH Bantu Cek Kualitas Udara di Kota Bogor

Kementerian Lingkungan Hidup akan membantu melakukan pemantauan kualitas udara di Kota Bogor menggunakan AQMS (Air Quality Monitoring System) atau yang lebih dikenal dengan Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU).

 

Rencananya, Senin (7/9/2026) siang, peralatan SPKU akan datang ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor dan langsung melakukan pemantauan penuh waktu.

 

“Jadi itu adalah sebuah alat yang akan mengukur tingkat kualitas udara di Kota Bogor. Besok siang kita akan dipinjamkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, sehingga sore semoga ada hasil,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, di Balai Kota Bogor, Minggu (6/9/2026) malam.

 

Dari skoring sementara di angka 83 (tingkat kualitas udara sedang), Jenal Mutaqin berharap hasil SPKU nanti bisa menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik, sehingga aktivitas kembali normal.

 

Nilai atau skor yang dihasilkan juga akan menentukan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang akan diberlakukan selama dua hari. Namun, jika hasil pemantauan kualitas udara masih belum membaik, PJJ kemungkinan akan diperpanjang.

 

“Setelah dua hari kita akan evaluasi kembali. Dari mana dasar evaluasi? Dari kualitas udara yang kita ukur. Bisa diperpanjang, atau bisa justru cukup dua hari melihat kondisi cuaca. Mudah-mudahan upaya-upaya kita ini tepat sasaran tentunya. Demi menjaga warga Bogor agar tetap sehat,” ucap Jenal Mutaqin.

 

Jenal Mutaqin menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga akan terus memperbarui informasi terkait pengukuran kualitas udara tersebut.

 

Hal itu dilakukan agar masyarakat tidak bertanya-tanya dan berspekulasi tentang kualitas udara di Kota Bogor.

 

“Dan hari ini saya sampaikan kondisinya adalah sedang atau biru, boleh beraktivitas tapi dibatasi,” sahutnya.

Tutup