Selamat Datang Bogorian!

Di Kota Hujan, APEKSI Komwil III Rumuskan Usulan Kebijakan Nasional untuk Kemajuan Kota

Dari Kota Bogor, Komisariat Wilayah (Komwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) akan merumuskan usulan ke tingkat nasional untuk kemajuan kota-kota di Indonesia melalui Mayors Talk 2026: Climate and Urban Resilience.

 

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Alwis Rustam saat malam APEKSI di Balai Kota Bogor, Senin (28/9/2026).

 

"Iya, jadi besok itu apa yang menjadi pembahasan tidak hanya berbagi, tetapi juga memajukan beberapa usulan untuk menjadi kebijakan nasional," ucap Alwis.

 

Agenda utama dalam Mayors Talk ini, kota-kota yang tergabung dalam Komwil III akan berbagi praktik baik yang ada di masing-masing daerah, termasuk apa yang sudah dilakukan oleh Kota Bogor. Nantinya, hal-hal baik tersebut akan dibagikan melalui horizontal learning. Selanjutnya juga akan dibahas berbagai tantangan setiap kota, termasuk hambatan yang dialami untuk dibahas bersama para narasumber.

 

"Dan yang terakhir tentu untuk ke publik, masyarakat harus tahu bahwa saat ini tantangan berat bukan hanya soal fiskal, tetapi juga soal cuaca, kesiapan terkait lingkungan, sampah, perubahan iklim, dan lain-lain," ungkapnya.

 

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, di tengah situasi yang serba terbatas, baik secara anggaran maupun berbagai kondisi lingkungan hidup, diperlukan kolaborasi dengan berbagi praktik baik.

 

"Maka kita harus bisa juga mencari solusi-solusi bagaimana kemudian mengembalikan situasi kota sebagai kota tangguh melalui kolaborasi dan sinergi berbagai pihak," ucapnya.

 

Acara inti Mayors Talk ini akan berlangsung pada Selasa (29/9/2026) dengan menghadirkan berbagai narasumber dari pemerintah pusat, instansi terkait, maupun akademisi.

 

Wakil Ketua Bidang Kerja Sama APEKSI yang juga Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, dalam tema kota tangguh, bukan hanya menciptakan kota yang tangguh melalui pembangunan dan berbagai program, tetapi ketangguhan kota dimulai dari wali kota dan wakil wali kota.

 

"Tetapi kita harus tangguh terus, dengan segala keterbatasan, TKD dan sebagainya, dengan situasi dan kondisi, masalah sampah yang belum selesai, infrastruktur mungkin yang belum selesai. Tangguh dalam kita terus menciptakan terobosan-terobosan, program-program yang mana itu kita harus melibatkan semuanya," ungkapnya.

 

Menurutnya, apa yang sudah dilakukan Kota Bogor dalam menangani berbagai tantangan, termasuk penanganan persampahan melalui kolaborasi, dapat menjadi contoh bagi kota lain.

 

"Kolaborasi itu penting, bukan hanya kolaborasi antarkota, tetapi kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, seluruh peluang-peluang yang ada. Tadi dari Bogor juga sudah ada inspirasi anak muda, Mas Ernest, yang ternyata bisa mengolah bahan limbah menjadi rupiah. Nah, ini luar biasa. Ini yang harus terus kita ciptakan, peluang-peluang itu," ujarnya.

 

Ia berharap berbagai inovasi yang ada di Kota Bogor dapat memperkuat langkah kolaborasi kota-kota di Indonesia.

 

"Mudah-mudahan semakin memperkuat kolaborasi, terus kota-kota ini kita bangun untuk memang semuanya tangguh dengan potensi masing-masing," ujarnya.

Tutup