kumpulan istilah dunia it istilah komputer dunia it
hosting murah hosting berkualitas hosting terpercaya
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
resep makanan kumpulan resep makanan dan kue cara membuat masakan
Banner
Prihatin, Perdagangan Anak Dan KDRT Ibu-Ibu PKK Kota Bogor Mendapat Pembekalan
Rabu, 09 November 2011 23:46
ImagePrihatin terhadap maraknya kasus perdagangan anak dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Bogor menggelar sosialisasi Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dan Undang-Undang Perlindungan Anak.

 
Sosialisasi diselenggarakan usai pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan Bogor Utara dan Bogor Barat di gedung Sekretariat PKK Kota Bogor Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 85 Rabu (9/11/2011).

Acara dibuka oleh Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) Kota Bogor, Erna Bambang Gunawan. Hadir sebagai narasumber Hj. Aisyah Wan Granie , dari tim fasilitator P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Kota Bogor dan Titik Sumarti, dari Pusat Kajian Gender dan Anak Institut Pertanian Bogor (IPB).

“Isu gender merupakan isu utama dalam program kebijakan pembangunan di bidang ekonomi, sosial dan pendidikan. Karena itu persepsi tentang perspektif gender mutlak diperlukan dalam memperluas struktur sosial masyarakat yang berkeadilan gender,” urai Erna dalam sambutannya.

Upaya-upaya untuk meningkatkan peran serta perempuan itu sendiri, lanjutnya, perlu didukung dengan program kebijakan pemberdayaan perempuan yang menyeluruh, multi dimensi dan lintas sektoral.

“Tujuannya agar kaum perempuan punya kesempatan yang sama dengan laki-laki di bidang pembangunan sehingga mereka bisa mandiri,” ungkap Erna dihadapan pengurus dan kader PKK se Kota Bogor yang hadir.

Selain itu yang tak kalah penting, kaum perempuan kerap tidak memiliki keberanian untuk melaporkan tindak kekerasan yang dialaminya. “Hal ini berakibat si pelaku sendiri tidak menerima hukuman setimpal dengan penderitaan yang dialami oleh kaum perempuan,” tandasnya.

Karena itu sosialisasi ini ditujukan untuk memberi pemahaman pada ibu-ibu rumah tangga mengenai dasar hukum atas tiap perlakuan kasar yang mungkin menimpa mereka.

Image

Dalam Undang Undang Nomor 23/ 2004 tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga, dijelaskan bahwa bentuk-bentuk yang dimaksud mencakup kekerasan  fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, dan penelantaran rumah tangga.

“Korban KDRT  berhak mendapatkan perlindungan dari keluarga, polisi, advokat, lembaga sosial ataupun pihak lain serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan dan penanganan khusus berkaitan kerahasiaan korban juga bantuan hukum,” jelas Aisyah Wan Granie, narasumber dari tim fasilitator P2TP2A Kota Bogor.

Pelaku tindak kekerasan itu sendiri, lanjut Aisah, selain dijatuhi hukuman pidana juga dapat dikenai pembatasan gerak perilaku untuk menjauhkan pelaku dari korban, maupun pemberian program konseling di bawah pengawasan lembaga tertentu.

Sementara untuk perlindungan anak, lewat Undang Undang Nomor 12/ 2002 dijelaskan bahwa tiap anak berhak hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Dan ketentuan pidana bagi pelaku kekerasan, atau ancaman kekerasan dan penganiayaan terhadap anak serta perdagangan anak dapat dijatuhi hukuman hingga maksimal 15 tahun kurungan. (dicky/gus)


 

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner