kumpulan istilah dunia it istilah komputer dunia it
hosting murah hosting berkualitas hosting terpercaya
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
resep makanan kumpulan resep makanan dan kue cara membuat masakan
Banner
Menkes Resmikan Klinik Mata dr. Hasri Ainun Habibie di Bogor
Senin, 09 Agustus 2010 01:41
ImageUntuk mengenang almarhum dr. Hasri Ainun Habibie atas jasa-jasanya dibidang kesehatan khususnya kesehatan mata, Pemerintah melalui Departemen Kesehatan mengabadikan nama dr. Hasri Ainun Habibie melalui Klinik Mata dr. Hasri Ainun Habibie.

Klinik yang berlokasi di Gedung PPMT/ Bank Mata Jalan dr. Sumeru Kota Bogor diresmikan oleh Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, disaksikan Prof. DR. Ing Habibie. Minggu (8/8) sore Minggu (8/8) sore.

Hadir pada kesempatan Walikota Bogor Diani Budiarto dan Istri Hj Fauziah Diani Budiarto yang juga Ketua PPMT (Perkumpulan Penyantun Mata Tuna Netra Indonesia /Bank Mata Cabang Bogor, dan jajaran Depkes RI.

Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan, pemberian nama klinik dr. Hasri Ainun Habibie untuk mengenang jasa-jasa, sekaligus  menghormati Ibu Hj dr. Hasri Ainun Habibie seorang pejuang kemanusian, dokter, istri, ibu, nenek, teman, sahabat, kekasih  dan mantan Ibu Negara.

Menurut Menkes, belum genap tiga bulan Ibu Hasri Ainun Habibie telah meninggalkan kita semua. “ Duka yang mendalam masih dirasakan, kita kehilangan Ibu yang baik hati, ramah, teguh dan penuh perhatian kepada keluarga, kepada teman sabahat dan masyarakat, “ tuturnya.

Semasa hidupnya, kata Endang, Ibu Hasri Ainun Habibie, adalah dokter dan penjuang kemanusian yang mempunyai pengabdian sangat besar khususnya masalah indra penglihatan dan tuna netra. “ Hatinya yang lembut  dan perasaannya yang peka segera tersentuh dan dapat merasakan penderitaan kesulitan yang dihadapi para tuna netra yaitu mereka yang kehilangan indra penglihatannya, “ kata Endang.

Image

Nama Ibu Hasri Ainun Habibie tercatat dalam tinta emas karena jasa-jasanya dibidang Kesehatan khususnya dibidang kesehatan mata, sehingga ia mendapat pengakuan dari Pemerintah tentang legalitas keberadaan donor mata atau donor kornea di Indonesia.

Selain itu, lanjut Endang, Ibu Hasri Ainun Habibie telah berjuang bagi dikeluarnya Fatwa MUI (Majlis Ulama Indonesia) yang tidak hanya membolehkan donor mata, tapi juga menganjurkan donor mata bagi umat Islam.  Almarhum Hasri Ainun Habibie menginginkan makin ditingkatkannya bank mata di Indonesia dengan syarat-syarat prosedur tertentu, serta adanya mekanisme wakaf mata yang diharapkan akan memberikan manfaat besar bagi penyandang tuna netra.

“Keinginan Ibu Hasri Ainun Habibie akan Fatwa donor mata sudah terwujud, meskipun baru menghalalkan donor bagi penyandang cacat tuna netra, “ungkapnya.

Keberadaan Bank Mata akan membantu para tuna netra terutama dari golongan tidak mampu, karena umumnya penderita kebutaan banyak diderita oleh masyarakat yang kurang mampu, “ujarnya.

Sejauh ini, diakui Endang, bahwa jumlah pendonor mata di Indonesia masih sangat terbatas, tidak sebanding dengan jumlah orang yang memerlukan, sehingga untuk memenuhi kebutuhan ini, sebagian kornea mata didatangkan dari Luar Negeri.

Itulah sebabnya, perhatian Ibu Hasri Ainun Habibie dalam penanganan masalah ini sangat besar. Makanya, Klinik Mata yang berada di Gedung PPMTI/Bank Mata Indonesia di Bogor sangat tepat diberinama Klinik dr. Hasri Ainun Habibie, “ kata Menkes Endang Rahayu.  (yan/gus)
  

 

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner