kumpulan istilah dunia it istilah komputer dunia it
hosting murah hosting berkualitas hosting terpercaya
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
resep makanan kumpulan resep makanan dan kue cara membuat masakan
Banner
Pemkot Bogor Tanggung Jawab atas Longsor Galuga
Rabu, 17 Maret 2010 17:11
Pemkot Bogor Tanggung Jawab atas Longsor Galuga Pemerintah Kota Bogor menyatakan keprihatinnya atas peristiwa longsornya Tempat Pembuangan Akhir (TPA ) Galuga milik Kota Bogor, Selasa (16/3/2010). Untuk itu, Pemkot Bogor menyatakan turut berduka cita atas korban yang tewas dan terluka akibat musibah tersebut.
 
“Kita turut berduka cita atas korban yang tewas dan yang terluka. Untuk itu tentu kita akan mengobati  yang terluka,” kata Wakil Walikota Achmad Ru’yat seusai memimpin upacara Bendera Peringatan Hari Satpol PP Ke-60, apel Kesadaran Nasional dan Pelepasan Pegawai Negeri yang memauki masa purna Bhakti, di Plazaa Balaikota, Jalan Juanda 10, Bogor, Rabu  (17/3/2010).

Ru’yat juga menambahkan bahwa Pemkot Bogor akan bertanggungjawab dan tidak lepas tangan atas musibah tersebut.  “Sesuai pesan pak Wali kita akan mengganti rugi. Setidaknya untuk yang meninggal kita akan apresiasi sebagai bentuk duka cita. Untuk yang sakit kita apresiasi untuk mengobati,” jelasnya.
 
Pemkot Bogor Tanggung Jawab atas Longsor Galuga

Sehubungan adanya rencana  ditutupnya TPA Galuga Ru’yat menyatakan bahwa Pemkot tengah menyiapkan sejumlah alternatif pengiriman sampah. Salah satu alternatifnya adalah percepatan realisasi TPA Kayu Manis yang berlokasi di Tanah Sareal.

“Penanganan akan kita lakukan secara gradual, bertahap. Yang jelas kita akan siapkan alternatifnya, salah satunya di Kayu Manis Kecamatan Tanah Sareal” jelas Ru’yat

Longsor yang terjadi di TPA Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, terjadi sekitar pukul 15.25 WIB. Kala itu, truk sampah tengah menurunkan sampah-sampah yang baru diangkut dari Bogor.

Ada belasan pemulung yang tengah mengais sampah. Tiba-tiba terjadi longsor. Sehingga para pemulung yang berada di bawah truk langsung tertimbun. Longsoran diperkirakan terjadi akibat turap atau tebing pembatas antara lokasi sampah dan lahan parkir truk ambrol. Sekitar 11  orang pemulung pun tertimbun sampah. Empat orang diantaranya  tewas.

Longsor yang terjadi di TPA Galuga merupakan longsor yang terjadi untuk kedua kalinya. Longsor pertama terjadi  pada hari Sabtu tanggal 20 Februari 2010. Kala itu,  longsoran sampah menimbun sekitar lima hektar sawah milik para petani. Untungnya, longsor tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun akibatnya para petani menderita kerugian ratusan juta rupiah. (dian)

 

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner