kumpulan istilah dunia it istilah komputer dunia it
hosting murah hosting berkualitas hosting terpercaya
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
resep makanan kumpulan resep makanan dan kue cara membuat masakan
Banner
Waikota Bogor Berangkat Ke Iran Belajar Konsep Penanganan Kemiskinan Melalui Imaratul Masajid
Senin, 21 April 2008 15:13
Keberangkatan Walikota Bogor H Diani Budiarto ke Negera Iran, atas undangan dari Pemerintah Iran melalui Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia, dan undangan untuk mengunjungi negara Iran berawal ketika ia diundang ke Kedutaan Besar Iran di Jakarta pada bulan puasa lalu. Pada saat itu Pemerintah Iran menawarkan kerjasama kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, ungkap Kepala Seksi Humas pada Dinas Informasi Kepariwisataan dan Kebudayaan (Disinparbud) Edi Rusjadi di Kantornya, Jum'at (18/4).
Diani diundang ke kedutaan besar Iran di Jakarta pada bulan puasa lalu berawal dari kedatangaan Dubes Iran ke Kota Bogor yang hadir dalam acara peresmian Panti Asuhan Putri dan Balita, 2 September 2007 lalu. Pada saat itu Dubes Iran Behrooz Kamalvandi bercerita mengenai keberhasilan pengentaskan kemiskinan di negaranya.

Sebelumnya Walikota Bogor H Diani Budiarto mengatakan, bahwa Dubes Iran menanyakan bagaimana konsep pengentasan Kemiskinan di Kota Bogor. Dubes Iran juga bercerita mengenai keberhasilan pengentaskan kemiskinan di negaranya. Bahkan Dubes Iran menanyakan bagaimana konsep pengentasan Kemiskinan di Kota Bogor. Dan ia juga menawarkan apa bisa dibantu oleh Iran untuk Kota Bogor, tutur Diani sebelum keberangkatan ke Iran.

Sebetulnya, kata Diani konsep dengan idenya sama dengan yang diterapkan di Iran. Ketika saya punya ide membangun kejamaahan dari masjid dengan program pemberdayaan umat berbasis masjid, Dan ternyata di Iran juga sudah memulai dari masjid. “Jadi, ada tiga segmen yang bergerak di Iran, yaitu ada segmen masyarakat, LSM dan segmen Pemerintah, “ tuturnya.

Untuk segmen masyarakat dari kejamahaan masjid yang mengumpulkan potensi, untuk diberikan kepada masyarakat sekitar masjid yang memerlukan. Artinya memungut dari masyarakat yang mampu untuk diberikan kepada yang kurang mampu. “Masjid-Masjid di Iran memiliki dana yang sangat besar, Sebab, kesadaran jamaah masjid dalam berinfaq dan bershodakoh sudah sangat tinggi sehingga menjadi potensi yang sangat besar, “ papar Diani.

Menurut Diani, pihaknya diundang ke Iran untuk melihat langsung bagaimana Konsep penanganan Kemiskinan melalui “Imaratul Masajid” (memakmurkan masjid) atau membangun kejamaahan dari masjid

Diani mengungkapkan ketika pemerintahan Iran dipimpin Syah Reza Pahlevi rakyatnya 80 persen miskin, dan hanya 20 persen yang mampu. Tapi sekarang malah berbalik. Keberhasilan Iran dalam penanganan kemiskinan dilakukan melalui Intervensi Iramatul Masajid, intervensi LSM yang ada dan Intervensi Pemerintah, “ terangnya.

Walikota Bogor H Diani Budiarto berangkat ke Iran, Selasa (15/4) lalu bersama Ketua DPRD H Tb Tatang Muchtar, Ketua Muhamadiyah Muchyidin Djunaedi, Ketua PUI (Persatuan Umat Islam) Kota Bogor Fachrudin Sukarno, dan pimpinan Yayasan Islamic Centre Al Ghazaly KH Mustofa Abdullah Bin Nuh atau lebih akrab di panggil Ustadz Toto. (iso)
 

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner