kumpulan istilah dunia it istilah komputer dunia it
hosting murah hosting berkualitas hosting terpercaya
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
resep makanan kumpulan resep makanan dan kue cara membuat masakan
Banner
MENATA KOTA TAK SEMUDAH MEMBALIKAN TELAPAK TANGAN
Kamis, 09 Juni 2005 16:36
Tidak Semudah Membalikan Telapak Tangan Untuk menata Kota, perlu waktu dan terpenting adalah peran serta dan dukungan dari warga masyarakat dengan melibatkan â??Stakeholderâ? sangat diperlukan, â??Jadi, untuk membenahi Kota Bogor perlu kesabaran dengan â??Planingâ? yang tepat, dan â??Tidak Semudah Membalikan Telapak Tanganâ? kata Walikota Bogor H. Diani Budiarto . Karena itu mulai tahun 2005 ini kita harus sudah melangkah, seperti halnya dalam menangani transportasi yang telah di susun konsepnya. Walaupun untuk menuntaskan permasalahan laluâ?? lintas mungkin belum bisa di selesaikan satu sampai dua tahun. Bahkan mungkin dalam jangka waktu 5 tahun tidak akan selesai, begitu pula dengan masakah PKL, KebersIhan dan Kemiskinan, Diani mengakui, dalam satu tahun lebih menjabat Walikota, pihaknya belum bisa berbuat banyak karena baru melangkah. Masalahnya, harus disusun konsep yang jelas dengan didukung oleh kebersaman dari berbagai komponen masyarakat.yang melibatkan â??Stakeholderâ? yang ada Lebih lanjut Diani mengemukakan, bahwa dalam menyusun program tidak hanya untuk menyusun program 5 tahun ke depan, Tapi, kita juga menginginkan program setelah lima tahun kedepan atau mungkin untuk program untuk 10 tahun ke depan. Masalahnya selama ini dari generasi ke generasi yang diwarisi hanyalah masalah. â??Jadi yang kita inginkan adalah mewarisi program bukan mewarisi masalah, â??harapnya. Oleh karena itu, lanjut Diani, selama 5 tahun kedepan instansi terkait Pemda seperti Bapeda harus bisa berhitung hitung, dan bisa memprediksi kedepannya karena perkembangan Kota dari tahun ke tahun pasti berubah dan Ia berkeyakinan kalau sudah punya konsep dan program yang jelas berbagai permasalahan akan bisa dituntaskan. Restrukturisasi Anggaran Langkah yang dilakukan Pemkot Bogor dalam menyusun program dan rencana kedepan telah dilakukan dengan merestrukturisasi Anggaran pada APBD tahun 2005, yakni dengan lebih mengutamakan kepentingan masyarakat sehingga bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Masalahnya, selama ini dalam APBD Kota Bogor hampir 70 persen lebih banyak kepada biaya â??Mantenanceâ? yakni lebih banyak diperuntukan kepada belanja Aparatur seperti untuk pembayaran gaji pegawai, tunjangan jabatan, pembelian mobil pejabat, perjalanan dinas, perbaikan kantor, pemberian bantuan-bantuan dan lain-lainnya. Sedangkan yang bisa dirasakan masyarakat baru sekitar 30 persen. Karena itu jelas Diani, dalam APBD tahun 2005 yang telah ditetapkan DPRD sudah mengalami pergeseran. Kalau dilihat dari prosentase perbandingan antara belanja aparatur dengan belanja publik sudah mengalami perubahan jika dibandingkan dengan anggaran tahunâ??tahun sebelumnya yakni menjadi 49,1 persen untuk belanja publik, dan 50,9 persen untuk belanja aparatur. Meski pelaksanaan Otonomi daerah (Otda) sudah berjalan, Kota Bogor hingga saat ini masih bergantung kepada bantuan dari pusat melalui dana bantuan yang di sebut DAU (Dana Alokasi Umum) dan DAK (Dana Alokasi khusus). Lebih lanjut Diani mengemukakan, dalam APBD tahun 2005 lalu, Anggaran yang kita punya hanya Rp 350 miliyar lebih, sedangkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Bogor hanya Rp 40 miliyar sehingga sisanya masih membutuhkan bantuan dari pusat, Sementara dalam APBD tahun 2005 yang telah ditetapkan DPRD sebesar Rp 400 miliyar lebih, sedangkan PADnya direncanakan Rp 57 miliyar (iyan)
 

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner