kumpulan istilah dunia it istilah komputer dunia it
hosting murah hosting berkualitas hosting terpercaya
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
resep makanan kumpulan resep makanan dan kue cara membuat masakan
Banner
Kota Bogor Memiliki Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak
Jumat, 19 November 2010 21:00
ImageAkhirnya secara resmi Kota Bogor memiliki Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), menyusul dilantiknya pengus P2TP2A oleh Walikota Bogor Diani Budiarto  di Ruang Rapat I Balaikota Bogor, Jalan Juanda, Jumat (19/11/2010). Ke depan, diharapkan kesejahteraan perempuan dan anakanak di Kota Bogor bisa semakin meningkat.
 
Berdasarkan Keputusan Walikota Bogor No. 147.14.45-303 tahun 2009 P2TP2A diketuai oleh Hj. Erna Sumarni. Sedangkan Ketua Tim penggerak PKK Kota Bogor HJ. Fauziah Diani Budiarto diangkat sebagai penasehat P2TP2A.
 
Sedangkan wakil Ketua Nia Kurniasih Kepala Badan  Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana  (BPMKB), Sekretaris Teti Hernasih Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada BPMKB, dan Bendahara Ade Iman Mulyana.

Pengurus periode 2009-2014 ini akan mengemban peran strategis di dalam pusat pelayanan terpadu dalam melayani, melindungi dan memberdayakan perempuan dan anak di Kota Bogor.

Diani Budiarto mengharapkan agar ke depan, P2TP2A mampu melakukan mapping atau pemetaan masalah terhadap perempuan dan anak-anak di Kota Bogor. Tidak hanya parsial semata, tetapi mampu menjangkau beragam institusi untuk merangkum konteks yang lebih luas.

“Akar permasalahannya bukan di si pelaku, tetapi sistem dan lingkungan. Jadi nanti kalau pengurus dalam mendesain program, tidak hanya berangkat pada fenomena yang kasat mata, tetapi juga banyak hal yang tidak kasat mata yang berdampak,” harap Diani.

Diani menilai, permasalahan yang kerap di derita perempuan dan anak-anak perlu di pahami hingga efektif. Permasalahan harus ditinjau dari beragam sudut, seperti konteks keilmuan, ekonomi, agama, dst.

Diani menyadari, dengan kondisi Bogor kekinian, beragam persoalan perempuan dan anak-anak tidak akan  selesai begitu saja. Sesuai dengan dinamika kehidupan, beragam masalah perempuan dan anak-anak akan terus bermunculan. Mulai dari pembantu yang tidak punya uang akhirnya melahirkan di angkot, dan anak sakit harus di operasi tidak punya uang.

“Nah bagaimana tim ini bisa bersinergi dengan institusi struktural, maupun NGO. Artinya tim ini akan sangat mudah menyikapi permasalahan sepanjang mendesain sistem dan koordinasi dengan lintas yang tadi lebih baik. Bagaimana pemetaan, koordinasi, prosedur dst,” ingat Diani.

Tidak lupa, Diani mengucapkan selamat atas pelantikan para pengurus. Mudah-mudahan, dengan spirit kepedulain terhadap sesama, P2TP2A mampu menjadi pelopor dalam mengurangi tingkat kekerasan pada perempuan dan anak-anak.

“Saya ucapkan Selamat bertugas, selamat beribadah. Mudah-mudahan kita diberi kekuatan, kesehatan. Mudah-mudahan kita diberikan ketawakalan dalam mengemban amanah,” harap Diani.

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) merupakan pusat kegiatan terpadu yang menyediakan pelayanan bagi masyarakat terutama perempuan dan anak korban tindak kekerasan. P2TP2A berupaya mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender yang dikelola oleh masyarakat dengan pemerintah melalui pelayanan fisik, informasi, rujukan, konsultasi dan berbagai permasalahan yang dihadapi perempuan dan anak.

Image

Pertimbangan pembentukan pusat pelayanan ini karena perempuan merupakan kelompok yang selama ini tersisih karena konteks sosial-budaya masyarakat yang patriarkal. Karena tersisih mereka kurang memiliki keberdayaan dalam berbagai hal. Perempuan juga merupakan kelompok yang secara sosial-budaya-ekonomi mengalami kekerasan.

Di sisi lain, anak-anak juga merupakan kelompok masyarakat yang rentan mengalami eksploitasi dan kekerasan. Dalam perjalanan waktu ada kesadaran dalam masyakat bahwa diperlukan pemberdayaan dan perlindungan perempuan dan anak untuk mengatasi hal tersebut.

Pada saat yang sama muncul paradigma baru di era reformasi, bahwa upaya pemberdayaan perempuan merupakan kewajiban semua pihak, termasuk pemerintah. Pemerintah harus bertindak pro aktif, baik sebagai fasilitator, regulator, maupun operator dalam hal pemberdayaan perempuan dan perlindungan perempuan dan anak. Pemerintah juga harus mengikutsertakan partisipasi masyarakat, karena masyarakat yang lebih mengetahui dan memahami apa yang mereka butuhkan.(dian/gus)
 
Kota Bogor

JavaScript is disabled!
To display this content, you need a JavaScript capable browser.

Sejarah Kota Bogor
Sejarah Kota Bogor
Lambang Kota Bogor & Pernyataan
Lambang Kota Bogor & Pernyataan
Kota Bogor Berbenah Diri
Kota Bogor Berbenah Diri
Aktifitas & Penutup
Aktifitas & Penutup
Kota Bogor
Ajen Inajen Nu Dikandung Dina Kecap SUNDA
[Numutkeun leksikografis, etimologis, semantis, heurmanetik]
Ku : Nandang Rusnandar

Aya sababaraha harti kecap Sunda nu kapanggih dina hasil panalungtikan, di antarana wae nu kacatet tina buku Drs. R. Mamun Atmamihardja (Sajarah sunda I. 1956) hasil anjeunna nyukcruk tina rupi-rupi kamus, harti kecap Sunda teh nyaeta :

A. Dina Basa Sansakerta :
SUNDA, jangkar kecapna Sund, moncorong, caang. SUNDA, jenengan Dewa Wisnu. SUNDA, jenengan satria buta (daitya) dina carita Upa Sunda sareng Ni Sunda. SUNDA, satria wanara dina carita Ramayana SUNDA, tina kecap cuddha SUNDA, ngaran gunung di kalereun Bandung (Prof.Berg)

B. Dina Basa Kawi :
SUNDA, hartosna cai -SUNDA, hartosna tumpukan SUNDA, hartosna pangkat SUNDA, hartosna waspada

C. Dina Basa Jawa :
SUNDA, hartosna nyusun SUNDA, hartosna ngarangkep SUNDA, tina candra-sangkala hartosna dua (2) SUNDA, tina kecap ‘unda’ hartosna naek SUNDA, tina kecap ‘unda’ hartosna ngapung
Selengkapnya...

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner