kumpulan istilah dunia it istilah komputer dunia it
hosting murah hosting berkualitas hosting terpercaya
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
resep makanan kumpulan resep makanan dan kue cara membuat masakan
Banner
Pembebasan Tanah ToL Bocimi di Kota Bogor, Rampung Akhir Tahun 2010.
Senin, 04 Oktober 2010 22:24
Pembangunan Tol Bogor - Ciawi - Sukabumi atau kerap disingkat Bocimi ditargetkan dimulai tahun 2011. Untuk itu, Pemerintah Kota Bogor memprediksikan pembebasan tanah warga Kota Bogor akan rampung akhir tahun 2010.

Optimisme pembangunan tersebut dilansir oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Pemerintah Daerah (Bappeda) Kota Bogor Azrin Syamsudin, Senin (4/10/2010).  “Dalam tiga bulan harus sudah selesai. Sehingga pada tahun 2011 tol Bocimi bisa betul-betul dilaksanakan dengan baik,” ujar Azrin optimistis.

Tol Bocimi yang akan menghubungkan Bogor-Sukabumi sepanjang 53,6 kilometer ini sempat terhambat penyelesaian pembebasan tanahnya per 2009 lalu. Padahal Tol yang merupakan proyek dari Kementrian Pekerjaan Umum ini akan menggusur lahan pemukiman seluas 24,66 Ha, lahan pesawahan 42,99 Ha dan ladang 74,55 Ha.

Azrin menjelaskan bila masyarakat sudah sepakat dengan taksiran harga dari tim apraisal independent, maka dalam waktu tiga bulan semua permasalahan pembebasan lahan akan rampung.  “Yang lama pada proses apraisal. Tetapi kalau warga sepakat, dalam satu bulan bisa selesai,” ujarnya.

Sedikitnya ada enam Kelurahan dari dua Kecamatan di Kota Bogor yang akan tergusur, yakni Kelurahan Muarasari, Sindangsari, Harjasari, Bojong Kerta, Kertamaya dan Rancamaya dari total luas tanah 142,2 Ha sepanjang Bogor hingga Sukabumi.
 
Koordinator Lapangan Tim Pengadaan Tanah (TPT) dari Kementrian Pekerjaan Umum Dirjen Bina Marga Yanyan Yuhana mengakui bahwa sebelumnya memang terdapat persoalan pendanaan dari pihak kontraktor. Namun, kini masalah pendanaan tersebut sudah diselesaikan.“Sekarang sudah ada uang-(nya). Kita sudah bisa melakukan pembayaran ganti rugi atau pelepasan hak. Kami hanya menunggu kelengkapan administrasi saja,” ujarnya yakin.

Bahkan, bila semua persyaratan administrasi sudah kelar, Yanyan optimistis warga Kota Bogor bisa segera mencicipi uang ganti rugi atas tanah pada minggu ke-empat November.  “Dengan catatan, P2T Kota Bogor sudah melakukan pembuatan Peta Bidang Tanah dan mengumumkan hasilnya kepada warga. Bahkan bila tidak ada keberatan dari masyarakat atas taksiran harga tanah, prosesnya bisa lebih cepat lagi,” imbuhnya.
 
Di tempat terpisah, Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Bambang Gunawan menyatakan data-data administrasi sudah rampung. Bambang memperkirakan tahun ini semua sudah bisa diselesaikan. “Mudah-mudahan selesai tahun ini,” harapnya.
 
Sebelumnya, pembayaran ganti rugi tanah milik warga sudah dilakukan terakhir 24 September 2010 silam. Tanah seluas 29,745 m2 telah dibayar untuk 52 bidang tanah milik 36 warga di Kabupaten Bogor. Namun, karena pembebasan belum dilakukan secara bersamaan, timbul berbagai gejolak di tengah warga.
 
Seperti dikatakan Mumuh, Warga Cimande Hilir. Ia menunggu realisasi janji pasca pertemuan warga dengan dewan. Ia pun menanyakan mengapa di daerahnya, pembayaran juga belum dilaksanakan. Hari ini, tambahnya, warga Cimande Hilir berencana akan menggelar unjuk rasa di kantor TPT.   “Warga sekarang sudah berkumpul di desa. Kami minta keputusan kapan dibayar,” tanya Mumuh di depan kantor TPT, Komplek Kehutanan Wanamulya, Sindang Sari Bogor.

Mumuh mengeluhkan, akibat lambannya realisasi pembayaran, banyak tetangga di kampungnya yang kebingungan. Apalagi  tidak sedikit warga yang terjerat rentenir akibat himpitan ekonomi. “Sekarang banyak yang dikejar-kejar rentenir. Karena dikira pembayaran tidak akan sampai satu tahun,” ujarnya prihatin.
 
Senada dengan Mumuh, sebuah surat yang mengatasnamakan warga Cijeruk, Cikereteg dan Ciherang Pondoh dikirimkan ke Ketua DPR Kabupaten dan Kotamadya Bogor Agustus 2010 silam. Mereka menagih janji aparat yang berwenang untuk segera merealisasikan pembebasan lahan mereka.
 
“Sekarang lahan yang seharusnya ditanami dan bisa menghasilkan kini terbengkalai. Serta rumah tinggal yang seharusnya kami perbaiki akibat janji-janji serta larangan aktivitas, banyak yang hancur,” demikian isi kutipan surat tidak bernama tersebut.

Mereka pun berharap, agar kepercayaan masyarakat selama ini bisa diperjuangkan oleh para pemangku kebijakan.

Target semula, pembangunan jalan Tol akan dimulai per akhir tahun 2010. Tol yang akan menghubungkan Bogor-Sukabumi ini diharapkan sudah bisa beroperasi tahun 2014. Sesuai MoU antara pemerintah dengan investor PT Trans Jabar Tol, anggaran pembangunan tol menghabiskan dana Rp 5,4 triliun. Dari jumlah itu, Rp 725 miliar di alokasikan untuk pembebasan lahan seluas 142,20 Ha. Masa konsesi 35 tahun terhitung sejak ditandatanganinya perjanjian pada Juli 2007 silam. (dian)

 

 
Kota Bogor

JavaScript is disabled!
To display this content, you need a JavaScript capable browser.

Sejarah Kota Bogor
Sejarah Kota Bogor
Lambang Kota Bogor & Pernyataan
Lambang Kota Bogor & Pernyataan
Kota Bogor Berbenah Diri
Kota Bogor Berbenah Diri
Aktifitas & Penutup
Aktifitas & Penutup
Kota Bogor
Ajen Inajen Nu Dikandung Dina Kecap SUNDA
[Numutkeun leksikografis, etimologis, semantis, heurmanetik]
Ku : Nandang Rusnandar

Aya sababaraha harti kecap Sunda nu kapanggih dina hasil panalungtikan, di antarana wae nu kacatet tina buku Drs. R. Mamun Atmamihardja (Sajarah sunda I. 1956) hasil anjeunna nyukcruk tina rupi-rupi kamus, harti kecap Sunda teh nyaeta :

A. Dina Basa Sansakerta :
SUNDA, jangkar kecapna Sund, moncorong, caang. SUNDA, jenengan Dewa Wisnu. SUNDA, jenengan satria buta (daitya) dina carita Upa Sunda sareng Ni Sunda. SUNDA, satria wanara dina carita Ramayana SUNDA, tina kecap cuddha SUNDA, ngaran gunung di kalereun Bandung (Prof.Berg)

B. Dina Basa Kawi :
SUNDA, hartosna cai -SUNDA, hartosna tumpukan SUNDA, hartosna pangkat SUNDA, hartosna waspada

C. Dina Basa Jawa :
SUNDA, hartosna nyusun SUNDA, hartosna ngarangkep SUNDA, tina candra-sangkala hartosna dua (2) SUNDA, tina kecap ‘unda’ hartosna naek SUNDA, tina kecap ‘unda’ hartosna ngapung
Selengkapnya...

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner