kumpulan istilah dunia it istilah komputer dunia it
hosting murah hosting berkualitas hosting terpercaya
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
resep makanan kumpulan resep makanan dan kue cara membuat masakan
Banner
Di Tengah Keprihatinan Bangsa, Hapsak Diperingati dengan Sederhana
Jumat, 01 Oktober 2010 20:35
ImageWalaupun sebagian masyarakat Kota Bogor tidak lagi mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang,tetapi sejumlah elemen bangsa masih memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang dipusatkan di Plaza Balaikota, Jum’at (1/10/2010) Hari Kesaktian Pancasila masih diperingati dengan seremoni sederhana.
 
Melalui Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, kita perkokoh jatidiri dan karakter bangsa. Demikian tema upacara pada 1 Oktober 2010 ini. Walikota Bogor bertindak selaku Inspektur Upacara. Dengan Komandan upacara Bambang Budianto, upacara dimulai sekitar pukul 08.00 WIB.

Sejumlah elemen bangsa dari berbagai institusi, tampak mengikuti upacara dengan hikmat, mulai dari  Detasemen Polisi Militer (Denpom) III/I Bogor, Komando Distrik Militer (Kodim) 0606 Kota Bogor, Satuan Polisi Pamong Praja, Pegawai Negiri Sipil (PNS), Korps Pegawai negeri (Korpri), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bogor, Pemuda Panca Marga (PPM), Pemuda Pancasila, Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI), Purna Paskibraka Indonesia (PPI), Pramuka, PMR, pelajar SD, SMP dan SMA.

Seusai upacara, Walikota Bogor Diani Budiarto menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi bangsa yang semakin terpuruk. Terlebih kaum muda, yang kini seakan-akan kehilangan karakter bangsa. Apalagi dengan maraknya perkelahian dan bentrok antar elemen bangsa yang mencuat di beberapa daerah belakangan ini.
“Semua komponen bangsa harus memahami kelengahan kita untuk mempertahankan pancasila membuat kita terpuruk,” ingatnya.

Walikota juga mengingatkan bahwa semua pihak harus berkomitmen untuk menuntaskan masalah ini. Bukan hanya segelintir orang yang rajin mengikuti upacara semata. “Harusnya mampu, kalau semuanya berkomitmen, semua komponen bangsa harus memahami , bukan hanya yang ikut upacara saja,” catatnya.
 
Maraknya bentrokan yang terjadi di seumlah tempat di Indonesia memang sepatutnya menjadi keprihatinan kita semua. Tragedi Tarakan disusul oleh bentrokan di Ampera menyusul serangan puluhan warga ke Polsek Biau, Kota Buol Sulawesi Tengah, Senin dan Selasa kemarin.

Masyarakat patut bertanya kembali, benarkan masyarakat Indonesia memiliki karakter bangsa yang ramah tamah, sopan santun, tolong menolong, gemar bermusyawarah untuk mufakat dan bangga dengan budaya adiluhungnya? Apakah sesungguhnya masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang munafik? Dan akibat desakan jaman semua karakter bangsa di atas terkikis dan bertransformasi menjadi bangsa yang pemarah dan menggemari kekerasan? (dian/gus)
 
Kota Bogor

JavaScript is disabled!
To display this content, you need a JavaScript capable browser.

Sejarah Kota Bogor
Sejarah Kota Bogor
Lambang Kota Bogor & Pernyataan
Lambang Kota Bogor & Pernyataan
Kota Bogor Berbenah Diri
Kota Bogor Berbenah Diri
Aktifitas & Penutup
Aktifitas & Penutup
Kota Bogor
Ajen Inajen Nu Dikandung Dina Kecap SUNDA
[Numutkeun leksikografis, etimologis, semantis, heurmanetik]
Ku : Nandang Rusnandar

Aya sababaraha harti kecap Sunda nu kapanggih dina hasil panalungtikan, di antarana wae nu kacatet tina buku Drs. R. Mamun Atmamihardja (Sajarah sunda I. 1956) hasil anjeunna nyukcruk tina rupi-rupi kamus, harti kecap Sunda teh nyaeta :

A. Dina Basa Sansakerta :
SUNDA, jangkar kecapna Sund, moncorong, caang. SUNDA, jenengan Dewa Wisnu. SUNDA, jenengan satria buta (daitya) dina carita Upa Sunda sareng Ni Sunda. SUNDA, satria wanara dina carita Ramayana SUNDA, tina kecap cuddha SUNDA, ngaran gunung di kalereun Bandung (Prof.Berg)

B. Dina Basa Kawi :
SUNDA, hartosna cai -SUNDA, hartosna tumpukan SUNDA, hartosna pangkat SUNDA, hartosna waspada

C. Dina Basa Jawa :
SUNDA, hartosna nyusun SUNDA, hartosna ngarangkep SUNDA, tina candra-sangkala hartosna dua (2) SUNDA, tina kecap ‘unda’ hartosna naek SUNDA, tina kecap ‘unda’ hartosna ngapung
Selengkapnya...

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner