kumpulan istilah dunia it istilah komputer dunia it
hosting murah hosting berkualitas hosting terpercaya
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
resep makanan kumpulan resep makanan dan kue cara membuat masakan
Banner
Walikota Bogor Instruksikan Unit Kerja Susun SOP
Selasa, 28 September 2010 01:29
ImageGuna meningkatkan kinerja Pemerintah Daerah, Walikota Bogor Diani Budiarto mengintruksikan seluruh Satuan Unit Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP). Setelah SOP disusun, Walikota pun mengingatkan agar SOP tersebut diimplementasikan.

Instruksi Walikota tersebut tercetus dalam sambutan Walikota Bogor pada acara Sosialisasi SOP di lingkungan Pemerintah Kota Bogor. Sosialisasi tersebut digelar di Ruang Rapat I Balaikota Bogor, Jalan IR Juanda 10, Senin (27/9/2010). Sambutan Walikota tersebut dibacakan langsung oleh Asisten Tata Praja Pemerintah Kota Bogor Ade Sarif Hidayat.

Walikota memahami SOP memiliki peran yang sangat signifikan untuk mendukung hasil kerja. Karena melalui SOP akan ada rentang tangggung jawab yang jelas di antara semua personal dalam satu tim. Selain itu ada tata laksana yang runut dan jelas terkait tugas, wewenang dan tanggung jawab dari setiap pegawai sehingga memastikan setiap pekerjaan akan terselesaikan dengan baik.

SOP yang harus disusun tentunya berpedoman pada Keputusan Gubernur Jawa Barat No. 61 Tahun 2004 tentang Pedoman Penyusunan Standar Operasional Prosedur pada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dan di atur juga dalam Peraturan Walikota Bogor No. 27 Tahun 2006 tentang Standar Operasional Prosedur di lingkungan Pemerintah Kota Bogor.

“Untuk itu, saya meminta kepada seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Bogor untuk segera menyusun Sop sesuai dengan dua ketentuan di atas. Pekerjaan rumah berikutnya adalah memastikan semua pekerja yang ada dalam SKPD memahami dan melaksanakan SOP tersebut,” ujar Walikota.
 
Walikota menyakini bahwa dengan diterapkannya SOP di seluruh SKPD, merupakan awal yang baik untuk meningkatkan kinerja sekaligus modal untuk mempermudah unit kerja memperoleh International Organization for Standardization (ISO) 9000.

ISO 9000 adalah kumpulan standar untuk Sistem Manajemen Mutu (SMM). ISO 9000 yang dirumuskan oleh TC 176 ISO, yaitu organisasi internasional di bidang standardisasi. ISO/TC inilah yang bertanggungjawab untuk standar-standar sistem manajemen mutu. Dalam standar ISO 9000 sedikitnya mengatur :

•    adanya satu set prosedur yang mencakup semua proses penting dalam bisnis;
•    adanya pengawasan dalam proses pembuatan untuk memastikan bahwa sistem menghasilkan produk-produk berkualitas;
•    tersimpannya data dan arsip penting dengan baik;
•    adanya pemeriksaan barang-barang yang telah diproduksi untuk mencari unit-unit yang rusak, dengan disertai tindakan perbaikan yang benar apabila dibutuhkan;
•    secara teratur meninjau keefektifan tiap-tiap proses dan sistem kualitas itu sendiri.

Sebuah perusahaan atau organisasi yang telah diaudit dan disertifikasi sebagai perusahaan yang memenuhi syarat-syarat dalam ISO 9001 berhak mencantumkan label "ISO 9001 Certified" atau "ISO 9001 Registered".

Sertifikasi terhadap salah satu ISO 9000 standar tidak menjamin kualitas dari barang dan jasa yang dihasilkan. Sertifikasi hanya menyatakan bahwa bisnis proses yang berkualitas dan konsisten dilaksanakan di perusahaan atau organisasi tersebut.

Sejauh ini UPTD Laboratorium Kesehatan Pemerintah Kota Bogor telah mendapatkan ISO dalam standar pelayanannya. Namun pemahaman pentingnya ISO dan SOP belum disadari oleh seluruh SKPD.

“Masih ada sebagian SKPD yang beranggapan tidak penting terhadap SOP sehingga belum menyusun SOP. Ada SKPD yang sudah memiliki SOP tetapi belum melaksanakannya dengan baik. Dan ada pula SKPD yang sudah memiliki SOP tetapi belum sesuai dengan pedoman yang ada,” sesal Walikota.
Untuk itu, Walikota berharap agar setelah sosialisasi ini, seluruh SKPD terpacu untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Bogor dengan menyusun dan menerapkan SOP.

Image


Hadir dalam acara tersebut Direktur Lembaga Teknik dan Manajemen Industri Institut Teknologi Bandung Galih Purwandoko. Sebagai tenaga ahli yang menyusun lSOP Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Galih memberikan sejumlah arahan dan teknik penyusunan SOP.

“Selain pengakuan, ada tanggung jawab untuk menjalankan apa yang sudah disertifikasi tersebut (ISO). Jiwa ISO adalah SOP. Jadi penyusunan SOP tidak terlepas dari penyusunan ISO. Hanya lebih dipermudah. Kalau ISO dimulai dari kebijakan mutu, maka SOP dimulai dari prosedur,” jelas Galih.

Galih menjelaskan bahwa SOP merupakan langkah nyata proses kerja yang harus dilakukan sebagai pertanggungjawaban kepada stake holder, berdasarkan standar yang sudah disepakati bersama.

Galih memaparkan bahwa SOP diperlukan karena sejumlah alasan, yaitu:
-          sebagai salah satu alat untuk pengelolaan sistem kerja,
-          memperbaiki mutu pelayanan,
-          memberikan jaminan pelayanan yang standar,
-          sebagai alat mengembangkan kerjasama di dalam maupun luar negeri, dan
-          mengindari rawan gugat, pelintir dan rawan kecelakaan.

“Yang dibuat adalah SOP yang vital, yang rawan gugatan, pelintir san kecelakaan. Kegiatan tersebut berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, menyangkut SDM yang banyak dan memerlukan biaya yang cukup besar,” tambahnya.

Galih mengakui bahwa saat ini, di lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Barat, belum ada satu pun Pemerintah Kota maupun Kabupaten yang telah memiliki SOP. Uniknya, secara serempak, pada tahun 2010, sejumlah pemerintah daerah tengah menyusun SOP di lingkungan kerja masing-masing.

Untuk itu, Galih mengingatkan agar para penyusun SOP di unit kerja masing-masing, adalah betul-betul petugas atau orang yang memahami pekerjaannya. Karena SOP berhubungan erat dengan pertanggungjawaban. “Tulis apa yang anda kerjakan dan kerjakan apa yang anda tulis,” pesannya. (dian)
 

 

 
Kota Bogor

JavaScript is disabled!
To display this content, you need a JavaScript capable browser.

Sejarah Kota Bogor
Sejarah Kota Bogor
Lambang Kota Bogor & Pernyataan
Lambang Kota Bogor & Pernyataan
Kota Bogor Berbenah Diri
Kota Bogor Berbenah Diri
Aktifitas & Penutup
Aktifitas & Penutup
Kota Bogor
Ajen Inajen Nu Dikandung Dina Kecap SUNDA
[Numutkeun leksikografis, etimologis, semantis, heurmanetik]
Ku : Nandang Rusnandar

Aya sababaraha harti kecap Sunda nu kapanggih dina hasil panalungtikan, di antarana wae nu kacatet tina buku Drs. R. Mamun Atmamihardja (Sajarah sunda I. 1956) hasil anjeunna nyukcruk tina rupi-rupi kamus, harti kecap Sunda teh nyaeta :

A. Dina Basa Sansakerta :
SUNDA, jangkar kecapna Sund, moncorong, caang. SUNDA, jenengan Dewa Wisnu. SUNDA, jenengan satria buta (daitya) dina carita Upa Sunda sareng Ni Sunda. SUNDA, satria wanara dina carita Ramayana SUNDA, tina kecap cuddha SUNDA, ngaran gunung di kalereun Bandung (Prof.Berg)

B. Dina Basa Kawi :
SUNDA, hartosna cai -SUNDA, hartosna tumpukan SUNDA, hartosna pangkat SUNDA, hartosna waspada

C. Dina Basa Jawa :
SUNDA, hartosna nyusun SUNDA, hartosna ngarangkep SUNDA, tina candra-sangkala hartosna dua (2) SUNDA, tina kecap ‘unda’ hartosna naek SUNDA, tina kecap ‘unda’ hartosna ngapung
Selengkapnya...

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner