Banner
Wakil Walikota Sampaikan Kebijakan Umum APBD 2011
Rabu, 04 Agustus 2010 21:58
ImageWakil Walikota Bogor Achmad Ru’yat menyampaikan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor tahun 2011 serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD Kota Bogor 2011. 

KUA PPAS tersebut disampaikan dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Bogor yang dipimpin Ketuanya Mufti Fauqi di Gedung DPRD Kota Bogor, Rabu (4/8/2010).

Wakil Walikota Bogor Achmad Ru’yat mengatakan, kebijakan Umum APBD 2011 beserta prioritas dan Plafon anggaran Sementara APBD 2011 disusun dengan mengacu pada asumsi dan realitas tentang situasi dan kondisi umum, yang bersifat aktual didalam kehidupan ekonomi dan politik yang berkembang di Kota Bogor, Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya.

Asumsi dan realitas itu, jelas Ru’yat tergambar pada indikator-indikator makro yang berkembang di Kota Bogor sampai akhir tahun 2009 serta kondisi dan prospek perekonomian nasional regional, dan daerah Kota Bogor.  Penyusunan KUA dan PPAS 2011 juga memperhitungkan target-target pelaksanaan program prioritas tahun 2011, permasalahan dan tantangan yang berkembang sampai akhir ini.

Ru’yat mengungkapkan, bahwa sampai tahun 2009 indikator makro Kota Bogor tergambar dari IPM (Indek Pembangunan Manusia) yang mencapai 75,42 yang terinci pada indeks pendidikan 87,16, indeks Kesehatan 72,95 dan indeks daya beli 65,15. Laju pertumbuhan penduduk Kota Bogor 2.83 persen, laju pertumbuhan ekonomi 6,02 persen, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Rp12,249 triliun.

 Jumlah investasi Rp 932,295 miliar, inflasi 6 persen, jumlah rumah tangga miskin 17,46 persen dari total jumlah penduduk Kota Bogor yang mencapai sekitar 1 Juta, dan jumlah penganggur 18,52 persen dari total angkatan kerja.

Disamping itu, kata dia, sedikitnya ada 14 makro yang diperhitungkan dalam penyusunan APBD 2011 dan APBD Provinsi Jawa Barat diantaranya peningkatan pertumbuhan ekonomi Nasional yang diperkirakan mampu mencapai kisaran antara 6,2 persen sampai 6,4 persen yang berarti lebih baik dibanding pertumbuhan tahun 2010 yang hanya mencapai 5,3 persen. Seiring dengan itu diasumsikan pula bahwa laju inflasi berada pada kisaran 4,9 persen sampai dengan 5,3 persen.

Image

Sementara itu nilai tukar rupiah diasumsikan lebih kuat dibanding tahun sebelumnya yakni Rp9.100 per US dollar, sehingga diharapkan dapat mempengaruhi pertumbuhan sektor riil dan menguatkan posisinya sebagai penyangga stablititas  pertumbuhan ekonomi nasional.

Oleh karena itu menurut Ru’yat, asumsi-asumsi tersebut perlu dipertimbangkan dalam proses penyusunan RAPBD Kota Bogor tahun 2011 nanti, serta asumsi tentang situasi ekonomi sosial dan politik yang berkembang di Kota Bogor.  

Diantaranya laju pertumbuhan ekonomi daerah yang dipertimbangkan berada pada kisaran 6 persen sampai dengan 6,11 persen serta peningkatan penanaman modal diperkirakan bisa mencapai 4,6 persen.

Ru’yat mengingatkan, bahwa kebutuhan-kebutuhan yang akan muncul ditahun 2011  antara lain  penyiapan dana cadangan untuk mendukung penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah pada tahun 2014 serta pembiayaan untuk pembangunan infratruktur, seperti penuntasan pembebasan lahan untuk kelanjutan proyek jalan R-3 serta pembangunan sub terminal batas kota sebagai implementasi dan perwujudan kesepakatan bersama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor. (yan)

 

 
Kota Bogor
Kota Bogor   Talk Show Jakarta Marketing Week: "City Branding"
Kota Bogor   Kota Bogor Meraih Penghargaan IDSA Award
Kota Bogor   Tanya Jawab Walikota dengan Dewan Juri IDSA Award
Lebih Banyak Video

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner