Banner
Dari Konsumsi Sampai Penginapan
Selasa, 13 Juli 2010 17:56
BANDUNG – Ada pemandangan berbeda di Kampung Pago, salah satu penginapan yang terletak di Jalan Raya Soreang-Ciwidey, dalam dua minggu terakhir. Dua spanduk ukuran 1x1,5 meter, tampak terpampang di pintu masuk. Mobil atau motor yang bergerak dari arah Soreang menuju Ciwidey dipastikan melihat dengan jelas dua spanduk ini. ‘Selamat Datang Atlet-Atlet Kota Bogor. Berikan Yang Terbaik’. Begitu isi tulisan spanduk pertama. Di spanduk ke dua, terpampang tulisan ‘Posko Kontingen Kota Bogor’.
 
Dua spanduk ini memang menandakan keberadaan kontingen Kota Bogor yang tengah berjuang di ajang PORDA XI Jawa Barat. Tak heran, dalam dua minggu ini, ratusan atlet dan ofisial Kota Bogor, hilir mudik di tempat penginapan yang sangat refresentatif di wilayah Soreang ini. “Kondisi penginapannya sangat baik dan mendukung atlet untuk memulihkan kondisinya,” ujar Samsul, manajer softball. Tak hanya soal penginapan, Samsul pun memberikan apresiasi terhadap kecakapan tim konsumsi. “Menu-menu yang disediakan memenuhi standar kebutuhan atlet,” ucapnya.

Kampung Pago merupakan satu dari beberapa tempat penginapan atlet yang disewa kontingen Kota Bogor untuk para atlet dan ofisial Kota Bogor. Tempat ini menjadi base camp bagi atlet-atlet kempo, panjat tebing, softball, karate, panahan, dan tarung drajat, Di Kabupaten Bandung, selain Kampung Pago, tempat lain yang digunakan sebagai tempat penginapan adalah Saung Bilik. Penginapan yang biasa digunakan tim Persija ketika bermain tandang dengan Persib ini menjadi base camp bagi atlet sepak bola, tenis meja, dan angkat besi/ angkat berat.

Bagi manager angkat besi/ angkat berat, Muhammad Minan, Saung Bilik menjadi tempat istirahat yang sangat baik untuk atlet-atletnya memulihkan kondisi. “Begitu juga dengan menu-menu makanan yang alhamdulilah memenuhi kebutuhan atlet besi/ angkat berat,” cerita manager yang sukses menghantarkan tiga lifternya meraih emas. Bahkan lanjut Minan, akomodasi dan makanan yang disediakan jauh lebih baik dibandingkan PORDA sebelumnya. Tempat penginapan lain yang disediakan untuk para atlet di Kabupaten Bandung adalah Wisma Palapa. Di tempat ini, ada atlet-atlet hockey dan baseball.
 
Di Kota Bandung, penginapan para atlet terpusat di Jalan Riau. Posko kontingen terletak di Hotel Kartika. Di hotel ini, atlet-atlet yang menginap berasal dari wushu, bilyard, dan pencak silat, Bagi pelatih bilyard Kota Bogor, Fahmi, tempat penginapan atlet di Hotel Kartika, cukup memadai bagi atlet-atletnya. “Cuma, kalau baleh meminta, kamar untuk seluruh atlet dari cabor yang sama kamarnya berdekatan,” ucapnya, sambil tersenyum kecil. Dari segi makanan, Fahmi pun menyebut tidak pernah mendengar complain negatif dari atlet-atlet asuhannya.
 
Tidak jauh dari Hotel Kartika, atlet-atlet basket dan tenis lapangan tinggal di Hotel Gandapura. Beranjak sedikit, di Hotel Sanira ada atlet-atlet bulutangkis, atletik, dan catur. Di kawasan Daurat Tauhid, ada atlet renang, menembak, drum band, dan taekwondo di Hotel Darul Jannah. Sedangkan tinju di Hotel Setiabudi Indah. Menurut Wakil Ketua II Kontingen Kota Bogor, Agus Teguh, pemilihan tempat penginapan memang menjadi concern jajaran pengurus kontingen. “Sejak tahun lalu, kontingen sudah melakukan survei tempat penginapan yang refresentatif bagi para atlet,” cerita Agus.

Maka, tak heran Kota Bogor tampak leading dalam menyediakan akomodasi bagi para atletnya dibandingkan kontingen lain. Contoh paling kontras tergambar dari perbandingan akomodasi kontingen Kota Bogor di Kabupaten Bandung dengan kontingen daerah lain. “Semuanya kontingen lakukan untuk mendukung keberhasilan atlet dalam mengukir prestasi,” papar pria yang juga Ketua KPU Kota Bogor ini. (ARW) 
 
Kota Bogor
Kota Bogor   Talk Show Jakarta Marketing Week: "City Branding"
Kota Bogor   Kota Bogor Meraih Penghargaan IDSA Award
Kota Bogor   Tanya Jawab Walikota dengan Dewan Juri IDSA Award
Lebih Banyak Video

Kota Bogor
Memori R.A.A. Martanagara (3)
Memori R.A.A. Martanagara

(ditulis deui ku Bah Willy)

Sumber:http://www.urangsunda.net/

Kawin Deui ka Adi Beuteung

Taun eta (1871) diayakeun reorganisasi Priangan.Keur ngalaksanakeunana,van Rees anggota Dewan Hindia dikirim ka Sumedang.Manehna nganjrek genep bulan di Kabupaten.Sekretarisna Levyssohn Norman, asisten Residen ti Meester Cornelis (= Jatinegara) nu urut kontrolir di Sumedang.Maranehna ninjau ka kulon (Bandung,Cianjur) jeung ka kidul (Garut,Tasikmalaya sabulan sakali.Kuring marengan Van Rees,kulanataran diparentah Residen,tugas-tugas kuring salaku wadana dioperkeun ka camat.

Selengkapnya...

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner