Banner
Lima Kapolres Terima Aset Polwil Bogor
Minggu, 20 Juni 2010 06:38
Lima Kapolres di wilayah hukum Kepolisian Wilayah Bogor menerima aset menyusul akan dihapuskannya Polwil Bogor. Selain itu aset Polwil Bogor juga diterima Bidang Kedokteran Kesehatan Polda Jawa Barat.
 
Serah terima pendistribusian aset Polwil tersebut dilakukan oleh Wakil Polwil Bogor Ajun Komisaris Besar Praktikno kepada para kepala polres dan kepala bidang Kedokteran Kesehatan Polda Jabar di halaman Mapolwil Bogor Jalan Kapten Muslihat Bogor Tengah, Sabtu (19/6/2010).

Lima Kapolres yang menerima aset adalah Kapolresta Bogor Ajun Komisaris Besar Nugroho Selamet Wibowo Kapolres Kabupaten Bogor  Ajun Komisaris Besar Tomex Korniawan Kapolresta Sukabumi  Ajun Komisaris Besar Moch Hendra, Kapolres Kabupaten Sukabumi   Ajun Komisaris Besar Heru Koco  dan Kapolres Kabupaten Cianjur Ajun Komisaris Besar Djoko Hari Utomo Sedangkan Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jawa Barat yang menerima aset adalah Komisaris Besar Arthur Tamri.

Penyerahan aset itu disaksikan Kepala Polda Jawa Barat Irjen Timur Pradopo, Komandan Korem 061/Surakancana Kolonel Infantri Agus Sutomo, Komandan Brimobda Jawa Barat Kombes Rachman Baso, Dansat Brimob Kedung Halang Kombes Prabowo, Dandim 0606 Kota Bogor Letkol Infantri Mirza Agus, dan Dandim 0621 Kabupaten Bogor Letkol Infantri Suswatyo.

Penyerahan asset itu merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka likudasi Polwil Bogor, yang ditetapkan pada 1 Januari 2010 lalu. Pendistrbusian aset, termasuk personelnya berjumah 66 orang diharapkan sudah tuntas pada 1 Juli mendatang.

Kepala Polwil Bogor Komisaris Besar Unggung Cahyono sendiri sudah dilantik menjadi Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya. Ungung Cahyono  menjadi Kepala Polwil ke-30 atau terakhir, sejak Polwil didirikan pada tahun 1950.

Gedung bekas kantor Polwil Bogor di Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor selanjutnya akan menjadi kantor Polres Kota Bogor. Rencananya, status Polres Kota Bogor akan ditingkatkan menjadi Polres Kota Besar Bogor. Polres Kota Besar atau Poltabes dikepalai seorang berpangkat Komisaris Besar (setingkat kolonel di kepangkatan TNI).

Kapolda Jabar Irjen Timur Pradopo mengatakan, likuidasi polwil hakekatnya adalah untuk memenuhi keinginan dan keperluan masyarakat, yakni mendapat pelayanan yang cepat, mudah, dan murah. Hal itu berarti, pelayanan kepolisian harus diperkuat di tingkat kelurahan, dalam hal ini di kantor-kantor Kepolisian Sektor (Polsek).

Diharapkan distribusi saran dan prasarana eks Polwil ini, termasuk personelnya, sampai ke polsek-polsek. "Dengan jumlah personel, sarana, dan prasarana serta kompetensinya ditingkatkan, kebutuhan masyarakat di kecamatan dapat diselesaikan di tingkat polsek, tidak perlu ke polres lagi," katanya.

Likuidasi polwil untuk efisiensi anggaran kepolisian, karena tidak perlu lagi anggaran untuk polwil, dan anggaran itu didistribusikan kepada polsek-polsek.
 
Lebih lanjut Kepala Polda Jawa Barat mengingatkan bahwa pelayanan kepada masyarakat yang harus diwujudkan adalah transparasi.  
 
Ia juga mengingatkan agar setiap bantuan dari pihak lain, seperti dari bupati, harus diinventarisasi dengan baik sebagai asset polres/polsek dan tidak boleh berubah ujud atau peruntukannya. "Bupati memberi bantuan tersebut adalah agar kita (polisi) dapat lebih baik dalam memberi pelayanan kepada rakyatnya.

Makanya  Bupati juga harus melakukan pengecekan, apakah bantuan yang diberikan itu sudah digunakan untuk melayanai rakyat lebih baik atau tidak, sehingga  jangan ada bantuan yang berubah menjadi milik pribadi. “Kalau pindah, bantuan itu harus ditinggal, jangan ikut dibawa, “ ingat Kapolda.

Mengenai kemungkinan ada kesulitan koordinasi antarwilayah akibat tidak ada lagi Polwil, Kapolda Timur Pradopo mengatakan, tidak perlu khawatir karena masih ada Polda. "Untuk hal-hal tertentu, Korem pun masih ada  bisa diminta bantuannya kapan saja," katanya. (yan)

 
Kota Bogor
Kota Bogor   Talk Show Jakarta Marketing Week: "City Branding"
Kota Bogor   Kota Bogor Meraih Penghargaan IDSA Award
Kota Bogor   Tanya Jawab Walikota dengan Dewan Juri IDSA Award
Lebih Banyak Video

Kota Bogor
Memori R.A.A. Martanagara (2)


Memoir R.A.A. Martanagara

(ditulis deui ku Bah Willy)
Sumber:http://www.urangsunda.net/

Sen Ngaganti Duit*)

Saentasna Ny. Raden Saleh mulang deui ka Batavia, kuring jeung Durahim ngarasa culang-cileung ngan duaan. Ence Dimah dibere tugas ngurus kuring duaan. Unggal poe dibere hiji wang (dalapan duit)
jeung lima duit keur meuli dahareun. Kuring dahar babarengan jeung para jongos Ence Dimas.

Unggal jam 6.00, awewe-awewe kolot nu jualan sangu jeung sayur datang. Lamun kuring jeung Durahim culangung nyendok sayurna, maranehna sok mapatahan, "Jang, gunakeun sopan santun tata cara! Saha nu nyaho engke maraneh jadi mandor atawa jurutulis. Jadi ti ayeuna maraneh kudu diajar tata-tertib, ulah isuk-isuk keneh geus balangdahar."


Selengkapnya...

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner