Banner
Lama Menghilang, Lagu Hymne dan Mars Bogor Berkumandang Lagi di DPRD
Jumat, 04 Juni 2010 17:43

Bogor kota indah sejuk nyaman,

Bagai bunga di dalam taman,

S'lalu disinggahi wisatawan,

Sungguh menarik perhatian.

 
Itulah  bagian dari syair lagu Hymne dan Mars Bogor yang dinyanyikan oleh paduan suara Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sindang Sari Kelurahan Tanah Baru Kecamatan Bogor Utara pada puncak Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke 528 di Gedung DPRD Kota Bogor, Kamis (3/6/2010)

Paduan Suara SDN Sindang Sari mendapatkan kehormatan melantunkan lagu  buah Karya Nursyami (alm).  Mungkin bagi sebagian pejabat, anggota DPRD atau tamu undangan yang hadir dalam Sidang Paripurna Istimewa HJB merasa asing mendengar lagu ini.  Padahal lagu ini di era tahun 80 an sangat familiar di telinga warga Bogor. Setiap warga  gembira, bersemangat dan bangga apabila mendengar lagu “kebangsaannya” ini.

Pada setiap Upacara Bendera  Senin pagi di Halaman Balaikota Bogor dan di sekolah-sekolah, lagu ini selalu dinyanyikan dengan khidmat. Namun entah kenapa, hampir dua puluh tahun belakangan ini, lagu kebanggaan warga Kota Bogor ini hilang dari pendengaran, bahkan mungkin sudah lenyap dari ingatan warga Kota Bogor

Lagu  Hymne dan Marsa Bogor  adalah milik warga Kota Bogor  yang merupakan ungkapan dan cetusan cita-cita warga kota sehingga menjadi api perjuangan dan pemersatu semangat  dan tekad warga Kota Bogor. Lewat bait dan syairnya Lagu Hymne Mars Bogor yang telah puluhan tahun tergambar bahwa  Kota Bogor tempo dulu sangat indah, sejuk dan asri.

Gagasan menggemakan kembali lagu Hyme dan Mars Bogor  pada puncak peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke 528 berawal dari ide dari ativis lingkungan dari LSM Green Community dan Pengelola Tabliod pendidikan “Aksara”  menggandeng PT Exotica pengelola Kapten Muslihat Plaza Taman Ade Irma Suryani  Bogor menggelar lomba paduan suara lagu Hymne dan Mars Bogor antar Pelajar se Kota Bogor.
 
Ide ini disambut postif oleh Pemerintah Kota Bogor, sehingga akhirnya juara dari lomba Padua Suara lagu Hymne  dan Mars Bogor mendapat kehormatan mengumandangkan ini dalam Sidang Paripurna Khusus memperingati HJB ke 528 di Gedung DPRD Kota Bogor.

“Kami ingin mensosialisasikan kembali mensosialisasi lagu “Kebangsaan” Kota Bogor khususnya dikalangan pelajar dan generasi muda sehingga lagu ini akan menjadi penyemangat bagi warga Kota Bogor membangun dalam membangun Kotanya, “ kata Brahma Sunatha Ketua Panitia Lomba Padua Suara dan Gelar Budaya tahun 2010.

Sekelumit lagu Hymne dan Mars Bogor

Lagu Hymne dan Mars Bogor  gubahan komponis warga Bogor bernama Nursyamsi AS (alm). Nursyamsi AS  adalah seorang  anggota TNI (Korem 061 Suryakancana) berpangkat Kapten. Beliau adalah pemimpin brass Band Korem dan juga Brass Band Pemkot Bogor di era tahun delapan puluhan.

Lagu Hymne dan Mars Bogor ini  dipersembahkan oleh Nursamsi  kepada masyarakat Bogor.  Tidak ada catatan kapan beliau membersembahkan ke dua lagu itu, yang kemudian diresmikan dengan sebuah Keputusan Walikota Bogor sebagai lagu Hymne dan Mars Kotamadya Bogor kala itu.  “Yang jelas di era tahun delapan puluhan kedua lagu itu selalu dikumandangkan pada setiap apel bendera Senin pagi di halaman Balaikota, “ pungkas Brahma. (yan)
 
Kota Bogor
Kota Bogor   Talk Show Jakarta Marketing Week: "City Branding"
Kota Bogor   Kota Bogor Meraih Penghargaan IDSA Award
Kota Bogor   Tanya Jawab Walikota dengan Dewan Juri IDSA Award
Lebih Banyak Video

Kota Bogor
Memori R.A.A. Martanagara (2)


Memoir R.A.A. Martanagara

(ditulis deui ku Bah Willy)
Sumber:http://www.urangsunda.net/

Sen Ngaganti Duit*)

Saentasna Ny. Raden Saleh mulang deui ka Batavia, kuring jeung Durahim ngarasa culang-cileung ngan duaan. Ence Dimah dibere tugas ngurus kuring duaan. Unggal poe dibere hiji wang (dalapan duit)
jeung lima duit keur meuli dahareun. Kuring dahar babarengan jeung para jongos Ence Dimas.

Unggal jam 6.00, awewe-awewe kolot nu jualan sangu jeung sayur datang. Lamun kuring jeung Durahim culangung nyendok sayurna, maranehna sok mapatahan, "Jang, gunakeun sopan santun tata cara! Saha nu nyaho engke maraneh jadi mandor atawa jurutulis. Jadi ti ayeuna maraneh kudu diajar tata-tertib, ulah isuk-isuk keneh geus balangdahar."


Selengkapnya...

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner