Banner
Pembuatan Akte Kelahiran di Bogor Bisa Dilakukan Kolektif
Jumat, 13 November 2009 15:58
AkteKolektif Pemerintah Kota Bogor membuka kesempatan bagi warganya yang akan membuat Akte kelahiran yang lahir dibawah tahun 2006  dengan cara kolektif minimal 50 orang, melalui Kantor Kelurahan dimana mereka berdomisili.


“Bagi warga yang lahir dibawah tahun 2006 yang akan membuat akte secara kolektif dipersilahkan dikoordinir melalui kantor Kelurahan, dan petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil akan menjemput ke Kantor Kelurahan, “ ujar Kepala Bidang Pencatatan Sipil Tri Irianto, Dinas Dukcapil Kota Bogor yang dihubungi Minggu (8/11/2009)

Menurut Tri, sejak diberlakukannya dispensasi pembuatan akte kelahiran sudah ada permintaan dari warga Empang Kecamatan Bogor Selatan yang telah mengkoordinir membuatan akte kelahiran. “ Petugas kami akan datang Kantor Kelurahan Empang untuk memproses pembuatan akte kelahiran warga, “ ujar Tri

Sebelumnya Tri mengatakan, pemberian dispensasi pembuatan akte kelahiran sesuai dengan  Keputusan Walikota Bogor No 25 tahun 2009 yang diberlakukan mulai 2 November 2009 sampai 1 November 2010.  

Dispensasi dimasud, jelas Tri, yakni memberikan keringanan kepada masyarakat untuk membuat akte kelahiran tanpa harus melalui putusan pengadilan. Sebab, berdasarkan Undang–Undang No 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan bahwa pembuatan akte kelahiran harus dilampirkan putusan pengadilan

“Jadi, dispensasi pembuatan akte kelahiran hanya diberlakukan untuk warga yang lahir sebelum 30 Desember 2006, sedangkan yang lahir diatas tahun 2006 atau setelah UU No 23 tahun 2006 diterbitkan harus ada putusan pengadilan, “ terangnya.

Mengenai biaya administrasi pembuatan akte yang mendapat dispensasi mantan Kasubag Protokol Pemkot Bogor ini mengatakan, pemohon dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 25 ribu sesuai Perda (Peraturan Daerah). “Karena membuat akte kelahirannya telat mereka terkena biaya administrasi Rp 25 ribu,”kata dia.   

Untuk warga miskin, kata Tri, hanya dikenakan biaya Rp 5000,-namun mereka harus menunjukan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) yang dikeluarkan oleh kelurahan mereka berdomisili.

Sedangkan syarat pemhon cukup membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), surat nikah orang tua atau buku nikah pemohon, surat keterangan kelahiran dari Kelurahan, dokumen lainnya yang dimiliki (Ijazah, SK, dan lainnya). (Humas Kota Bogor)
 
Kota Bogor
Kota Bogor   Talk Show Jakarta Marketing Week: "City Branding"
Kota Bogor   Kota Bogor Meraih Penghargaan IDSA Award
Kota Bogor   Tanya Jawab Walikota dengan Dewan Juri IDSA Award
Lebih Banyak Video

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner