Banner
Semarak Maulid Nabi Dan Haul KH. R.Abdullah Bin Nuh
Kamis, 27 Maret 2008 15:23
Suara Adzan Magrib berkumang di Masjid Attaqwa Balaikota Bogor, saat itu ribuan umat Islam yang datang dari Kota Bogor dan berbagai daerah sekitarnya berbondong–bondong memasuki kompleks Kantor Walikota Bogor Bogor. Ribuan umat Islam yang mayoritas warga Nahdhiyin ini datang ke Balaikota memenuhi undangan panitia peringtatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul KH. R.Abdullah Bin Nuh.
Peringatan Maulid yang dirangkaikan dengan peringatan haul KH. R.Abdullah Bin Nuh yang digelar di Balaikota Bogor, Selasa (25/3) malam sangat berbeda dengan peringatan-peringatan Maulid tahun–tahun sebelumnya yang biasa dilakukan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Bogor.Acara yang dimulai dari pukul 16.00 WIB sore tersebut dikemas dalam suasana yang begitu megah dan luar biasa. Di depan Kantor Walikota Bogor tenda-tenda mewah berdiri lengkap dengan cahaya gemerlap lampu sehingga membuat suasana sangat gemerlap. Bahkan dengan aksesoris dan makanan yang dihidangkan, membuat kagum yang mengahadiri acara ini.Rangkaian acara diawali dengan pembacaan burdah dan sholawat yang dilakukan ratusan jamaah dan para habaib di Masjid Attaqwa Balaikota Bogor usai melaksanakan sholat magrib berjamaah. Lantunan sholawat dan burdah ini serasa mengingatkan suasana di pondok pesantren tradisional.Pimpinan Yayasan Islamic Centre (YIC) Al Ghazali KH. Mustofa Abdullah Bin Nuh selaku penyelenggaran Maulid dan haul ayahandanya ini mengatakan, acara yang Maulid dan haul KH.R Abdullah Bin Nuh yang digelar di Balaikota Bogor ini dilaksanakan atas kerjasa YIC Al Ghazali, Pondok Pesantren Al Falaqiyyah, dan Pemerintah Kota Bogor, “Kami mengucapkan terima kasih kepada Walikota Diani beserta jajarannya. Dan acara ini terselenggara berkat kemurahan hati H. Diani Budiarto Walikota Bogor, sehingga bisa berlangsung luar biasa, “ ujar Ustadz Toto panggilan akrab KH. Mustofa.Walikota Bogor H. Diani Budiarto yang malam itu duduk berdampingan dengan KH. Hasyim Muzadi, dan alim ulama, para habib ini nampak terlihat puas dengan acara –acara yang dipersembahkan malam itu.Dalam sambutannya dihadapan para habaib, ulama, dan ribuan warga Nahdliyin yang hadir mengatakan, peringatan maulid nabi dan haul KH. R Abdulah memang sepatutnya harus dirayakan, sehingga diharapkan akan meneladani menjadikan contoh bagi kehidupan kita sehari-hari,” kata Diani Dibagian lain Diani mengatakan, agar momentum Maulid Nabi ini menjadi tonggak untuk senantiasa menggugah kepedulian sosial membantu sesama. Apalagi, saat masyarakat yang dibenani ekonomi yang semakin berat Karena itu Diani mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya yang memiliki harta lebih untuk mau membantu warga yang kurang mampu. “ Jangan biarkan warga kelaparan karena tidak bisa membeli beras, sementara kita hanya enak-enak tudur, “ pintanya.Sementara itu Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) DR. KH. Hasyim Muzadi menekankan tentang pentingnya menebar benih Islam yang damai dan santun. Saatnya kita mencontoh waliyullah, bagaimana beliau bisa mengislamkan seluruh Indonesia tanpa harus merusak tempat ibadah agama lain. Buktinya, bisa dilihat bagaimana masyarakat Yogyakarta diislamkan, tetapi candi Borobudur tetap berdiri megah tanpa dirusak sedikit pun. Jadi inilah kehebatan para waliyullah” ujarnya Lebih lanjut Hasyim Mudzadi menegaskan, bahwa saat ini di Indonesia dibutuhkan orang benar. Sebab, yang kita saksikan dan kita lihat saat ini banyak orang pintar sayangnya masih sedikit sekali orang yang berbuat benar.Makanya, kata Hasyim, sangat berbeda dengan zaman dahulu, walaupun sangat sedikit orang pintar, Tapi, orang yang berbuat benar sangat banyak Krisis yang dialami oleh Negara Indonesia selama 10 tahun menjadi bahan renungan bersama. Dan kuncinya harus kembali kepada jalan yang diridoi Allah SWT,” katanya.Selain KH, Hasyim Muzadi dua penceramah lainnya yang mengisi acara Maulid dan Haul ini, adalah H Safi’i Antoni dan Al Habib Ali Bin Abdurrahman Assgef dari Jakarta.Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul KH. R.Abdullah Bin Nuh semakin meriah, apalagi diakhir acara dipersembahkan grup musik Debu., Kelompok aliran musik sufi yang beranggotakan 12 orang ini mampu memukau jamaah yang hadir.Vokalis debu Mustofa Ibn Daood yang menyanyikan beberapa buah lagi ini antara lain Bahrul Mustofa, Dunia Rakyat, Muhtasir, Sholawat, Nyawa dan Cinta mampu menghinotis jamaah yang hadir (iso/tar/mon)

 
Kota Bogor
Kota Bogor   Talk Show Jakarta Marketing Week: "City Branding"
Kota Bogor   Kota Bogor Meraih Penghargaan IDSA Award
Kota Bogor   Tanya Jawab Walikota dengan Dewan Juri IDSA Award
Lebih Banyak Video

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner