kumpulan istilah dunia it istilah komputer dunia it
hosting murah hosting berkualitas hosting terpercaya
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
resep makanan kumpulan resep makanan dan kue cara membuat masakan
Banner
Depag Kota Bogor Sedang Melakukan Penyelidikan
Senin, 21 Januari 2008 18:12
Menyusul Isu dugaan penyunatan tunjangan fungsional guru honorer RA, MI, MTs dan MA, yang terjadi di tubuh Kandepag Kota Bogor masih dalam tahap penyelidikan, pasalnya, dalam penyalurannya diambil langsung oleh guru yang bersangkutan, lewat rekening dan ATM di Bank yang telah ditunjuk yakni Bank Mandiri, hal itu di ungkapkan Kasi Mapenda Islam Depag Kota Bogor H.A Buchori saat di temui BN Jumat (18/1)
Karena tunjangan fungsional guru non PNS penyalurannya diambil langsung oleh yang bersangkutan kami tugasnya hanya membuat SK penetapan jumlah sekolah dan jumlah guru RA, MI, MTs dan MA yang berada di kota Bogor, kata Bochori

Buchori mengakui, memang ada beberapa keluhan yang telah di terimanya antara lain kesalahan cetak nama dan nama ganda pada satu orang guru,
“Hanya kesalahan cetak dan nama ganda saja yang baru kami terima laporan keluhan dari beberapa guru, namun itu sudah kami jelaskan “ bebernya

Menyangkut pemberitaan adanya isu yang merebak mengenai penyunatan gaji guru honorer Buchori menyangkal, kalaupun informasi itu benar adanya pihaknya akan mengklarifikasi terlebih dahulu, “ Informasi di Depag ada oknum yang memberikan keterangan kepada media itu tidak benar, pasalnya oknum tersebut memberikan keterangannya pada hari libur “ terang Buchori.

Buchori menambahkan, dalam persoalan ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan di lapangan, “ Depag akan menjalankan dengan mengklarifikasi terlebih dahulu, kalau memang terbukti kami tidak akan tanggung – tanggung mengambil tindakan yang tegas “ imbuhnya

Buchori menerangkan, dari jumlah 600 orang guru honorer yang mendapatkan tunjangan pungsional hanya 400 orang guru saja karena adanya kebijakan dari setiap yayasan dimana mereka mengajar, sehingga 160 guru yang tidak mendapatkan tunjangan, “Karena dengan adanya kuota tersebut. bisa saja terjadi dengan kebijakan dari yayasan masing – masing, sehingga ada 160 orang guru tidak tercover untuk mendapatkan tunjangan, “ tambah Buchori (mon/one)
 

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner