| Calon Penumpang KRL Terlantar 5 Jam Gara-gara Kabel Pantograf Putus |
| Selasa, 30 Oktober 2007 | |
|
Penumpang kereta api yang akan berangkat ke jakarta dan sekitarnya harus tertahan beberapa jam distasiun Bogor , pasalnya gara-gara terputusnya saluran kabel listrik dan rusaknya enam tiang penyangga pantograf antara stasiun Citayam-Depok, akibat tersangkut kereta rel listrik (KRL) Pakuan Pakuan Exspres dari Bogor menuju Jakarta pada Senin siang (28/10). Kepala Stasiun Bogor Yuherman mengatakan, terputusnya saluran kabel pantograf pada lintasan kereta di jalur Bogor ke Jakarta itu terjadi sekitar pukul 06.15WIB dan baru berhasil diperbaiki pada pukul 11.15WIB. “Akibat kerusakan itu yang jelas seluruh jadwal perjalanan kereta dari stasiun Bogor ke Jakata atau sebaliknya menjadi terganggu. Bahkan penumpukan calon penumpang juga sempat terjadi di stasiun Bogor dan stasiun lannya, mengingat pada jam-jam tersebut merupakan waktunya orang akan berangkat beraktifitas kerja,” ungkapnya. Lebih lanjut dia menjelaskan, terputusnya aliran listrik itu i akibat enam tiang pantograf antara stasiun Citayam dan Depok terseret laju KRL Pakuan Exspres yang saat itu tengah melaju dari Bogor menuju Jakarta . “Dari laporan dan hasil pemeriksaan petugas kami di lapangan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda atau unsur sabotase terkait kejadian ini. Jadi saya tegaskan bahwa kejadian ini akibat kerusakan teknis dan tepat pukul 11.30 WIB seluruh jadwal perjalanan kereta kembali normal,” ujarnya. Yuherman menjelaskan, guna mengantisipasi terus terjadinya penumpukan penumpang di stasiun Bogor, pihaknya melalui petugas di bagian informasi tidak henti-hentinya menyampaikan permohonan maaf terkait adanya ganguan tersebut. Bahkan bagi penumpang yang sudah tidak sabar lagi menunggu dipersilakan mengembalikan tiket ke petugas loket dan segera mencari angkutan alternatif lain yang ada di sekitar stasiun Bogor. “Selama proses perbaikan, kami terpaksa memberlakukan sistim sepur salah satu jalur dari Jakarta ke Bogor atau sebaliknya secara bergantian,” tandasnya. Walaupun dari kejadian ini tidak ada korban jiwa namun membuat para calon penumpang di sejumlah stasiun terlantar selama lima jam dan PT. Kereta Api Indonesia (KAI) mengalami kerugian puluhan juta rupiah.***ald |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|






