Banner
Nama-nama Karuhunan dan Kasepuhan Bogor Sebagai Nama Jalan di Kota Bogor
Kamis, 14 Juni 2007 15:20

Sejumlah nama jalan di Bogor telah diubah dengan mengambil nama karuhun dan kasepuhan (orang yang dituakan) di Bogor pada masa lalu. Nama jalan yang baru tersebut dantaranya  Jalan KH. R. Abdullah bin Nuh, Jl KH. Sholeh Iskandar, dan Jl. Raden Saleh Syarif Bustaman. Ada juga nama jalan  Tumegung Wiradiredja, Jalan Pangeran Sogiri,  Jalan Raden Koyong, dan Jalan Raden Ka’nan.

Nama-nama seperti KH. Soleh Iskandar, Raden Saleh,  dan KH. R. Abdullah bin Nuh memang sudah familiar untuk sebagian besar  orang Bogor. Tetapi sebagian nama lainnya seperti Tumenggung Wiradireja, Pangerang Sogiri, Raden Kan’an, Raden Koyong mungkin masih agak asing ditelinga orang Bogor. Sebenarnya siapakah nama nama itu. Gentra Madani mencoba menelusurinya  ditengah banyaknya versi mengenai eksistensi tokoh ”karuhun” yang disebut terakhir tersebut.

Penelusuran dilakukan dengan menemui beberapa orang yang punya garis “keturunan langsung” tokoh-tokoh diatas.

Pangeran Sogiri
Dalam silsilah kesultanan Banten, pangeran Sogiri atau dikenal dengan nama pangeran Sugiri atau Pangerang Sageri  adalah putra dari Sultan Ageng Tirtayasa -'Abul Fath 'Abdul Fattah (1651-1672) yang juga masih keturunan Syarif Hidayatullah.

Sebenarnya Pangeran Sogiri mempunyai dua saudara yang lain yaitu Maulana Mansyuruddin, makamnya terletak di Cikadueun Banten, Pangeran Sake atau juga dikenal dengan nama Pangeran Soheh, makamnya terletak di Citeureup. Sedangkan Pangeran Sogiri dimakamkan di Jatinegara Jakarta.

Tidak ada yang tau pasti kenapa Pangeran Sogiri dsampai di Jatinegara dan dimakamkan disana. Konon menurut cerita yang berkembang Pangeran Sogiri juga pernah melawan penjajah Belanda, dalam perjalanan perang melawan Belanda ini mungkin Sogiri sampai ke Jatinegara.

Meskipun keturunan raja, Pangeran Sogiri yang punya kecendrungan sufi lebih memilih menjadi santri ketimbang meneruskan menjadi seorang pamong seperti ayahnya. Selain itu sebagai anak kedua ia pun tidak dijadikan putra mahkota oleh ayahnya karena ada Maulana Masyurudin.

Sejatinya Pangeran Sogiri tidak pernah tinggal di Bogor, tetapi keturunannya banyak yang tinggal hingga wafat dan dimakamkan di Bogor. Putra Pangeran Sogiri diantaranya Pangeran Kanzul Arifin dan Raden Koyong, keduanya dimakamkan di Jatinegara disamping ayahnya.

Raden Kan’an
Adalah Putra Raden Koyong. Ia mempunyai dua saudara laki-laki yaitu Raden Emas, makamnya terletak di Jatinegara, dan Raden Muhyiddin atau dikenal dengan nama Raden Iyi. Konon bahwa Raden Kan’an dan Raden Muhyiddin (Iyi) semasa hidupnya bergelar Demang yang berada dibawah pemerintahan Tumenggung Wiradireja yang berkedudukan di Sukaraja, sedangkan Dalemnya adalah Aria Wiratanudatar (Dalem Cikundul)

Raden Kan’an dan Raden Muhyiddin (Iyi) berkedudukan di Tanah Baru. Keduanya tidak hanya seorang santri tapi juga seorang yang sakti mandraguna. Dalam cerita yang berkembang di masyaratkat Tanah Baru konon kesaktian Raden Kan’an sangat tinggi hingga mengalahkan Mbah Khair, Pendekar Cimande saat itu.

Dalam perjalanan hidupnya Raden Kan’an dan Raden Muhyiddin mempunyai keturunan yang hingga saat ini mendiami Tanah Baru. Hingga wafat kemudian Raden Kan’an dan saudaranya Raden iyi, dimakamkan berdampingan di Astana Gede Tanah Baru Bogor Utara. Wallahu a’alam (iso/Majalah Gentara Madani)

 
Kota Bogor
Kota Bogor   Talk Show Jakarta Marketing Week: "City Branding"
Kota Bogor   Kota Bogor Meraih Penghargaan IDSA Award
Kota Bogor   Tanya Jawab Walikota dengan Dewan Juri IDSA Award
Lebih Banyak Video

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner