Banner
Sosial Pajak Hiburan dan Reklame
Kamis, 31 May 2007 17:19
(Oleh Iyan Sofyan, Staff Humas Dinas Informasi, Kepariwisataan dan Kebudayaan)

Guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)  Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor mengumpulkan para pengusaha tempat hiburan dan pemasang reklame di wilayah Kota Bogor Mereka diundang ke Hotel Ririn Jalan Pajajaran, Selasa (31/5) untuk mengikuti sosialisasi mengenai pajak hiburan dan pajak reklame.
Kepala Bidang PAD pada Dispenda Deny Mulyadi mengatakan, sosialisasi yang dilakukan ini dimaksudkan dalam upaya intensifikasi pajak daerah, Pemerintah Kota Bogor telah menerbitkan dua buah Perda Pajak Hiburan dan Pajak Reklame. Makanya, untuk memasyarakatkan memperkenalkan dan menginformasikan kedua Perda tersebut perlu dilakukan sosialisasi.

Menurut Deni, maksud dan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang dasar hukum pengenaan pajak serta tata cara, pelaksanaan dan pembayaran pajak, memotivasi wajib pajak untuk membayar kewajibannya sesuai peraturan yang berlaku serta  menjaring wajib pajak baru dalam upaya meningkatkan pendapatan asli daerah Kota Bogor.  Materi yang akan disampaikan yaitu, sosialisasi pajak hiburan dan sosialisasi pajak reklame nara sumber para pejabat dilingkungan Dispenda.   

Sementara itu Sekretraris Daerah Kota Bogor H. Dody Rosadi ketika membuka kegiatan ini mengatakan, pada dasarnya kedua perda ini, kalau sudah diundangkan menjadi lembaran daerah harus sudah diketahui oleh masyarakat.

Sebetulnya, kata Dody, untuk pajak reklame dan pajak hiburan tidak ada beban. Sebab, sudah dibebankan kepada konsumennya masing-masing.”Kalau melihat pengalaman perda sebelumnya memang banyak kendala dalam penerapan pajak baik pajak reklame maupun pajak hiburan. Karena itu diterbitkan perda baru yaitu Perda No 2 tahun 2006 tentang pajak reklame dan Perda No : 3 tahun 2007 tentang pajak hiburan. Bahkan, perda tersebut juga telah ditindak lanjuti dengan dikeluarkannya Peraturan Walikota Bogor yang mengatur petunjuk teknisnya. “ Jadi, perda ini adalah perda yang baru yang perlu diketahui oleh para wajib pajak. “ katanya.

Oleh karena itu lanjut Dody, melalui sosialisasi agar wajib pajak bisa memahami betuk apa yang menjadi kewajibannya. Karena setiap perda juga mengatur sanksinya sehingga begitu diterapkan apa yang menjadi kewajiban dan sanksi yang melanggar perda, “ tandas Dody.

Lebih lanjut Dody menjelaskan, penerapan perda bukan semata-mata untuk menaikan pajaknya,. Tapi,  melihat potensi pajak di Kota Bogor masih cukup terbuka.

Berdasarkan catatan Dispeda Kota Bogor untuk pajak hiburan pada tahun 2007 ditargetkan sebesar Rp 1,6 miliar. Sedangkan tahun 2006 lalu relalisasinya terkumpul Rp 1,5 miliar.  Untuk pajak reklame tahun 2007 ditargetkan Rp 6,3 miliar. dan realisasi tahun 2006 lalu terkumpul sekitar Rp 5 miliar.
 
Kota Bogor
Kota Bogor   Talk Show Jakarta Marketing Week: "City Branding"
Kota Bogor   Kota Bogor Meraih Penghargaan IDSA Award
Kota Bogor   Tanya Jawab Walikota dengan Dewan Juri IDSA Award
Lebih Banyak Video

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner