Banner
Renstra Kota Bogor - halaman 16
Indeks Artikel
Renstra Kota Bogor
Halaman 2
Halaman 3
Halaman 4
Halaman 5
Halaman 6
Halaman 7
Halaman 8
Halaman 9
Halaman 10
Halaman 11
Halaman 12
Halaman 13
Halaman 14
Halaman 15
Halaman 16
Halaman 17
Halaman 18
Halaman 19
Halaman 20
Halaman 21
Halaman 22
Halaman 23
Seluruh halaman

 

(2) Domba , Kambing
Untuk pengembangan jenis ternak ruminansia kecil ini tidak memerlukan lahan yang relatif luas. Populasi domba pada akhir tahun 2002 (populasi awal 2003) adalah 11.494 ekor. Populasi akhir pada akhir bulan Desember tahun 2003 adalah 12.032 ekor (104,68 %). Populasi kambing pada akhir tahun 2002 (populasi awal 2003) adalah 5.112 ekor dan populasi pada akhir bulan Desember tahun 2003 adalah 5.470 ekor    (107 %).

(3) Unggas ( Itik, Bebek dan Ayam)
Ternak unggas yang dikembangkan adalah itik, dengan populasi awal (pada akhir tahun 2002) sebanyak 7.558 ekor dan populasi pada akhir bulan Desember tahun 2003 sebanyak 7.688 ekor (101,72 %). Intensifikasi ayam buras sangat potensial untuk dikembangkan. Pakan relatif mudah didapat serta lahan yang diperlukan relatif sempit, sedangkan permintaan pasar akan daging ayam buras, sangat tinggi. Populasi awal 2003 ayam buras adalah 642.497 ekor dan populasi pada akhir bulan Desember 2003 adalah 645.709 ekor (100,49 %). Ayam buras selain penghasil daging, juga sebagai penghasil telur. Produksi telur ayam buras per ekor – per tahun berkisar antara 120 –130 butir. Jumlah telur yang dihasilkan, sangat tergantung pada mutu dan jumlah pakan yang dikonsumsi ayam tersebut. Populasi awal 2003 ayam ras pedaging tercatat 114.400 ekor dan populasi pada akhir bulan Desember 2003 sebesar 133.350 ekor (114%). Terjadinya peningkatan populasi ayam ras dimotivasi oleh situasi nilai jual (harga pasar) yang memberikan rangsangan positif kepada para peternak.  Harga jual per kilogram bobot hidup dibanding dengan biaya produksi menunjukkan nilai keuntungan yang memadai. Harga daging per Desember 2003 yaitu antara Rp. 40.000-Rp. 42.000/Kg. Sedangkan populasi ayam petelur per Bulan Desember 2003 sebanyak 136.172 ekor.

(4)       Perikanan
Untuk Intensifikasi Perikanan potensi perikanan di Kota Bogor semakin nyata setelah terjadi perluasan wilayah, baik ikan konsumsi maupun ikan hias. Pengembangan usaha perikanan konsumsi di kolam lebih banyak diarahkan untuk penyediaan jenis ikan yang menghasilkan produk yang dapat diserap pasar lokal dan sekaligus untuk penyediaan kecukupan gizi masyarakat, sedangkan budidaya ikan hias diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, regional dan ekspor dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat.

Ikan konsumsi dibudidayakan di kolam air tenang, kolam air deras dan karamba. Potensi budidaya ikan konsumsi di kolam air tenang di tiap kecamatan berdasarkan Rumah Tangga Pembudidayaan Perikanan  dapat dilihat pada Tabel 2.8 sebagai berikut :

Tabel 2.8 Jumlah RTP Pembudidaya di Kolam Air Tenang Kota Bogor
Tahun 2003

KECAMATAN
RTP PEMBENIHAN
LUAS (Ha)
RTP PEMBESARAN
LUAS (Ha)
PRODUKSI PEMBENIHAN (ekor)
PRODUKSI PEMBESARAN (Kg)

Bogor Barat
Bogor Timur
Bogor Utara
Bogor Tengah
Bogor Selatan
Tanah Sareal

62
15
3
1
10
38
33.775
101
1.700
100
1.562
36.500
188
43
193
29
142
284
53.745
1.158
72.218
3.335
42.875
135.405
3.377.533
10.133
170.033
10.033
156.233
3.650.033
268.727
5.792
361.092
16.677
214.377
677.027
Jumlah
129
73.738
879
308.736
7.373.998
1.543.692

 



 
Kota Bogor
Kota Bogor   Talk Show Jakarta Marketing Week: "City Branding"
Kota Bogor   Kota Bogor Meraih Penghargaan IDSA Award
Kota Bogor   Tanya Jawab Walikota dengan Dewan Juri IDSA Award
Lebih Banyak Video

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner