|
Halaman 15 dari 23
Tabel 2.7 Target dan Realisasi Panen Tanaman Padi, Palawija dan Hortikultura (Sayuran) Tahun 2003.
|
Komoditi
|
Target (Ha)
|
Realisasi (Ha)
|
Porsentase (%)
|
Total Produksi (Ton)
|
| Padi |
1.500
|
1.165
|
77.67
|
9.953,28
|
| Jumlah Padi |
1.500
|
1.165
|
77.67
|
9.953,28
|
Jagung Kedelai Ubi Kayu Ubi Jalar Kacang Tanah Talas Kacang Hijau |
350 7 310 100 110 215 5
|
382 5 350 130 62 275 4
|
109,14 71,43 112,90 130,00 56,36 127,90 80,00
|
6.720 5,5 3.040 1.420 142,2 980,2 9,6
|
| Jumlah Palawija |
1.097
|
1.208
|
110,12
|
12.317,5
|
Tomat Terung Kacang Panjang Mentimun Cabai Bayam Bawang Daun Petsai Buncis Kangkung Katuk Caysin |
60 20 37 60 25 85 11 45 30 30 50 90
|
47 29 63 68 47 152 15 66 54 56 75 100
|
78,33 145,00 170,27 113,33 188.00 178,82 136,36 146,67 180,00 186,67 150,00 111,11
|
660 328,72 504 1.090,04 486,02 1.390 104 650 408 550 1.125 1.000
|
| Jumlah Sayuran |
543
|
772
|
141,62
|
8.295,78
|
Tabel 2.7 di atas menggambarkan tentang persentase capaian panen terhadap target panen selama satu tahun (sampai dengan Desember 2003). Adapun persentase capaian panen terhadap target panen sampai dengan bulan Desember 2003 adalah sebagai berikut: Padi 163,36%, Palawija 161,17%, Sayuran 95,34%.
Sedangkan untuk intensifikasi peternakan secara nasional, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak melalui peningkatan pendapatan dengan peningkatan kualitas dan produktivitas sumberdaya masyarakat peternak. Secara garis besar peternakan di Kota Bogor meliputi golongan hewan besar, hewan kecil dan unggas dengan populasinya sebagai berikut :
(1) Sapi Perah Berdasarkan SK Walikota Bogor Nomor 520.45-142 - Tahun 2003, tanggal 11 Agustus 2003 sasaran intensifikasi sapi perah adalah populasi awal 2003 sebanyak 709 ekor dan target populasi akhir adalah 709 ekor dengan sasaran produksi susu 1.816.458 liter. Sampai dengan bulan Desember 2003 populasi sapi perah adalah sebanyak 1.020 ekor dengan produksi susu diperhitungkan 2.613.240 liter. Terjadinya penambahan populasi sapi perah sebanyak 311 ekor (43,86%) disebabkan adanya pemasukan sapi dara dan laktasi dari luar daerah (273 ekor = 38,50%). Meskipun demikian angka kelahiran terjadi pula dalam jumlah kecil (38 ekor = 5,36%). Pada akhir bulan Desember tahun 2003 populasi sapi potong adalah 131 ekor (108,26%). Pertambahan populasi terjadi karena adanya pemasukan sapi potong bakalan dari luar daerah (sebanyak 10 ekor).
|