kumpulan istilah dunia it istilah komputer dunia it
hosting murah hosting berkualitas hosting terpercaya
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
resep makanan kumpulan resep makanan dan kue cara membuat masakan
Banner
Renstra Kota Bogor - halaman 9
Indeks Artikel
Renstra Kota Bogor
Halaman 2
Halaman 3
Halaman 4
Halaman 5
Halaman 6
Halaman 7
Halaman 8
Halaman 9
Halaman 10
Halaman 11
Halaman 12
Halaman 13
Halaman 14
Halaman 15
Halaman 16
Halaman 17
Halaman 18
Halaman 19
Halaman 20
Halaman 21
Halaman 22
Halaman 23
Seluruh halaman

 

2.2.4 Hidrologi
Wilayah Kota Bogor dialiri oleh 2 (dua) sungai besar, yaitu Sungai Ciliwung dan Sungai Cisadane, dengan 7 (tujuh) anak sungai. Secara keseluruhan anak-anak sungai yang ada membentuk pola aliran paralel-subparalel sehingga mempercepat waktu mencapai debit puncak (time to peak) pada Sungai  Ciliwung dan Cisadane sebagai sungai utamanya.  Pada umumnya aliran sungai tersebut dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat Kota Bogor serta sumber air baku bagi Perusahaan Daerah Air Minum.  Selain beberapa aliran sungai yang mengalir di wilayah Kota Bogor, terdapat juga beberapa mata air yang umumnya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan air bersih sehari-hari.  Kemunculan mata air tersebut umumnya terjadi karena pemotongan bentuk lahan atau topografi, sehingga secara otomatis aliran air tanah tersebut terpotong. Kondisi tersebut bisa dilihat diantaranya ditebing Jalan Tol Jagorawi, pinggiran Sungai Ciliwung di Kampung Lebak Kantin, Babakan Sirna dan Bantar Jati dengan besaran debit  bervariasi.

2.2.5. Klimatologi
Jumlah curah hujan rata-rata di wilayah Kota Bogor berkisar antara 3.000 sampai 4.000 mm/tahun. Curah hujan bulanan berkisar antara 250 – 335 mm dengan waktu curah hujan minimum terjadi pada Bulan September sekitar 128 mm, sedangkan curah hujan maksimum terjadi di Bulan Oktober sekitar   346 mm. Temperatur rata-rata wilayah Kota Bogor berada pada suhu 260 C, temperatur tertinggi sekitar 30,40 C dengan kelembaban udara rata-rata kurang lebih 70 %.

2.2.6. Sarana Transportasi Jalan
Prasarana transportasi darat berupa jalan di Kota Bogor berupa jalan  meliputi jalan negara, jalan propinsi, jalan kota, dan jalan lingkungan sebagai berikut  :
a. Jalan Negara dengan ruas jalan sepanjang 30,199 km dari panjang jalan  tersebut kondisinya pada tahun 2003 adalah baik 17,633 km, sedang 10,150 km,  dan rusak  2,416 km.
b. Jalan Propinsi dengan ruas jalan sepanjang 26,759 km, dengan kondisi baik 10,596 km, sedang 8,388 km dan rusak 7,775 km. 
c. Jalan Kota dengan ruas jalan sepanjang 564,193 km, dengan kondisi baik 129,573 km,  sedang 284,648 km, rusak 76,094 km dan rusak berat 73,878 km.
d. Jalan Lingkungan dengan ruas jalan sepanjang  212,704 km yang tersebar di berbagai lingkungan permukiman.

Sedangkan Sarana Transportasi darat berupa Angkutan Umum yang terdiri dari Angkutan Kota, Angkutan Perkotaan, AKDP dan AKAP sesuai dengan peraturan yang ada telah dialokasikan ,  dapat dilihat pada  tabel 2.4  sebagai berikut

Tabel 2.4 Jumlah Angkutan Umum Kota Bogor Tahun 2003

Jenis
Jumlah Trayek
Penanggung Jawab Perizinan
Alokasi (Unit)
Realisasi (Unit)
Angkutan Kota
22
Pemerintah Kota Bogor
3506
3271
Perkotaan Perkotaan
10
Propinsi Jawa Barat
4612
4612
AKDP
40
Propinsi Jawa Barat
330
330
AKAP
172
Departemen Perhubungan
1837
1837

Sumber Data : DLLAJ Kota Bogor  Tahun 2003

 



 

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner