|
Halaman 9 dari 23
2.2.4 Hidrologi Wilayah Kota Bogor dialiri oleh 2 (dua) sungai besar, yaitu Sungai Ciliwung dan Sungai Cisadane, dengan 7 (tujuh) anak sungai. Secara keseluruhan anak-anak sungai yang ada membentuk pola aliran paralel-subparalel sehingga mempercepat waktu mencapai debit puncak (time to peak) pada Sungai Ciliwung dan Cisadane sebagai sungai utamanya. Pada umumnya aliran sungai tersebut dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat Kota Bogor serta sumber air baku bagi Perusahaan Daerah Air Minum. Selain beberapa aliran sungai yang mengalir di wilayah Kota Bogor, terdapat juga beberapa mata air yang umumnya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan air bersih sehari-hari. Kemunculan mata air tersebut umumnya terjadi karena pemotongan bentuk lahan atau topografi, sehingga secara otomatis aliran air tanah tersebut terpotong. Kondisi tersebut bisa dilihat diantaranya ditebing Jalan Tol Jagorawi, pinggiran Sungai Ciliwung di Kampung Lebak Kantin, Babakan Sirna dan Bantar Jati dengan besaran debit bervariasi.
2.2.5. Klimatologi Jumlah curah hujan rata-rata di wilayah Kota Bogor berkisar antara 3.000 sampai 4.000 mm/tahun. Curah hujan bulanan berkisar antara 250 – 335 mm dengan waktu curah hujan minimum terjadi pada Bulan September sekitar 128 mm, sedangkan curah hujan maksimum terjadi di Bulan Oktober sekitar 346 mm. Temperatur rata-rata wilayah Kota Bogor berada pada suhu 260 C, temperatur tertinggi sekitar 30,40 C dengan kelembaban udara rata-rata kurang lebih 70 %.
2.2.6. Sarana Transportasi Jalan Prasarana transportasi darat berupa jalan di Kota Bogor berupa jalan meliputi jalan negara, jalan propinsi, jalan kota, dan jalan lingkungan sebagai berikut : a. Jalan Negara dengan ruas jalan sepanjang 30,199 km dari panjang jalan tersebut kondisinya pada tahun 2003 adalah baik 17,633 km, sedang 10,150 km, dan rusak 2,416 km. b. Jalan Propinsi dengan ruas jalan sepanjang 26,759 km, dengan kondisi baik 10,596 km, sedang 8,388 km dan rusak 7,775 km. c. Jalan Kota dengan ruas jalan sepanjang 564,193 km, dengan kondisi baik 129,573 km, sedang 284,648 km, rusak 76,094 km dan rusak berat 73,878 km. d. Jalan Lingkungan dengan ruas jalan sepanjang 212,704 km yang tersebar di berbagai lingkungan permukiman.
Sedangkan Sarana Transportasi darat berupa Angkutan Umum yang terdiri dari Angkutan Kota, Angkutan Perkotaan, AKDP dan AKAP sesuai dengan peraturan yang ada telah dialokasikan , dapat dilihat pada tabel 2.4 sebagai berikut
Tabel 2.4 Jumlah Angkutan Umum Kota Bogor Tahun 2003
|
Jenis
|
Jumlah Trayek
|
Penanggung Jawab Perizinan
|
Alokasi (Unit)
|
Realisasi (Unit)
|
| Angkutan Kota |
22
|
Pemerintah Kota Bogor
|
3506
|
3271
|
| Perkotaan Perkotaan |
10
|
Propinsi Jawa Barat
|
4612
|
4612
|
| AKDP |
40
|
Propinsi Jawa Barat
|
330
|
330
|
| AKAP |
172
|
Departemen Perhubungan
|
1837
|
1837
|
Sumber Data : DLLAJ Kota Bogor Tahun 2003
|