|
| ATLET PON XVI KOTA BOGOR KEBANJIRAN BONUS. |
| Jumat, 08 Oktober 2004 | |
|
Sebanyak 24 Atlet Kota Bogor yang memperkuat Kontingen PON XVI di Palembang September lalu kebanjiran bonus yang di berikan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan PT. Olympic. Dari 24 atlet yang memperoleh medali di arena PON XVI Palembang diantaranya
Sebanyak 24 Atlet Kota Bogor yang memperkuat Kontingen PON XVI di Palembang September lalu kebanjiran bonus yang di berikan dari Pemerintah Dalam acara yang dihadiri Kajari Bogor K. Lere SH, Dandim 0606 Letkol. Inf. Oerif Soekotjo, dan Wakil Katua DPRD Iwan Suryawan. Disamping membagikan uang Kadeudeuh untuk para atlet peraih medali juga diterima oleh para pelatih asal Kota Bogor yang telah membawa nama baik Jawa Barat. Kendati di arena PON XVI Palembang, Jabar gagal menyodok posisi dua besar karena kalah dalam pengumpulan meladi dari Jatim yang menempati posisi kedua. Uang Kadeudeuh dari Pemkot Bogor untuk cabang olah raga perorangan peraih medali emas memperoleh sebesar Rp 10 juta, medali perak Rp 7,5 juta, dan peraih medali perunggu Rp 5 juta. Untuk cabang olah raga beregu peraih medali emas Rp 7,5 juta, medali perak Rp 5 juta, dan peraih medali perunggu Rp 2,5 juta, nilai bonus cabang beregu sama yang diberikan kepada pelatih, peraih medali emas Rp 7,5 juta, perak Rp 5 juta, dan peraih medali perunggu Rp 2,5 juta. Selain itu kepada Atlet yang tidak memperoleh medali diberikan setiap atletnya mendapat Rp 500 ribu. Sedangkan bonus yang di berikan swasta melalui PT. Olympic, khusus untuk cabang olah raga bela diri perorangan, peraih medali emas Rp 1,5 juta, perak Rp 1 juta, dan perunggu Rp 750 ribu. Untuk pelatih cabang olah raga bela diri diberikan bonus, peraih medali emas Rp 2 juta, perak Rp 1,5 juta, dan peraih medali perunggu Rp 1 juta. Menurut Ketua Harian KONI Sebenarnya, kata Ibu dari dua anak ini, bukan besar atau kecilnya bonus yang di persoalkan, Tapi masa depan dirinya yang hingga kini masih berstatus menjadi tenaga kontrak pada Dinas Pasar Kota Bogor sudah hampir 24 tahun. Makanya, saya berharap kepada Pemda kedepan bisa diangkat menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil), pintanya. Pemanah yang sudah dua kali mengikuti PON dan 6 kali ikut dalam PORDA Jabar ini megaku, merasa bangga dengan menyabet emas di final ronde nasional 40 meter. Yang paling bangga, saya telah berhasil menyingkirkan pemanah nasional Suci Dwi Megasari dari Sumatra Barat (Sumbar) peraih medali emas di Sea Games dan Nurfitriana dari DKI pemanah yang memperkuat Indonesia di Olympiade,? ucapnya. Rosita menuturkan, medali emas yang diraihnya merupakan kado istimewa bagi H. Diani Budiarto yang baru menjabat 6 bulan menjadi Walikota Bogor. Namun, Ibu dari Deo dan Galing ini menyatakan tekadnya untuk terus bisa membawa mengaharumkan daerahnya di event-event lainnya ?Kendati usia saya sekarang sudah 38 tahun tidak menjadikan penghalang untuk bisa berprestasi. ? ujarnya. Lain halnya dengan Dedy Mikaso petinju kelas berat ringan, mengatakan, meski hanya meraih pedali perak sudah cukup puas. ? Padahal, sejak awal di final saya sudah bertekad akan mampu mengalahkan lawannya Amri Ruslan ?Tapi, entah kenapa, mungkin saya terlalu menganggap enteng lawan, sehingga saya kalah dengan angka, ?ujar Dedy yang mengaku pertemuan dengan petinju asal Sumbar itu merupakan yang ketiga kalinya, setelah dalam pertemuan sebelumnya selalu di menangkannya. Sementara itu Sekdakot Bogor H. Dody Rosadi yang juga selaku Ketua Umum KONI Kota Bogor mengatakan, bahwa uang Kadeudeuh yang diberikannya merupakan bentuk penghargaan kepada para atlet yang telah menunjukan prestasinya di arena PON Palembang. ?Satu hal yang membanggakan bagi jajaran Pemda, bahwa kita tidak pernah berhenti berkontribusi pada Jabar dalam semua bentuk kegiatan, termasuk olah raga, ? ungkap Dody yang malam itu mewakili Walikota Bogor. |
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|






