Banner
GENJOT PAD, DISPENDA SOSIALISASIKAN PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH KEPADA PARA PENGUSAHA.
Kamis, 16 September 2004 21:15
Guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor diperlukan adanya upaya kesadaran dari para wajib pajak sehingga diharapkan adanya peningkatan PAD dalam upaya menunjang pembiayaan Pembangunan di Kota Bogor. Sebagai salah satu unit kerja yang mel

Guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor diperlukan adanya upaya kesadaran dari para wajib pajak sehingga diharapkan adanya peningkatan PAD dalam upaya menunjang pembiayaan Pembangunan di Kota Bogor. Sebagai salah satu unit kerja yang melayani bidang Pajak dan Reribusi Daerah Dinas Pendapatan (Dispenda) Kota Bogor dituntut untuk meningkatkan kerjasama dengan masyarakat dan dunia usaha sebagai mitra untuk mewujudkan Good Governance.   Dalam kaitan itulah, untuk meningkatkan PAD dari sektor Pajak dan Retribusi Daerah,  Dispenda Kota Bogor menggelar penyuluhan pajak dan retribusi daerah selama sehari di Plaza Ekalokasari Bogor, Rabu (15/9).

Kegiatan yang diikuti 90 pengusaha yang ada di Lingkungan Plaza Ekalokasari itu juga dihadiri  dan Dirut Ekalosari Tendi Irianto.  Sedangkan meteri sosialisasi meliputi Pajak Restoran, Pajak Reklame, Pajak Hiburan, Pajak  Parkir, dan Retribusi Ijin Pariwisata. Sementara nara sumber yang menyampaikan penyuluhan yaitu dari Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispeda) Kota Bogor H. Bambang Gunawan Suganda, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perparkiran Kota Bogor Lili Sutarwili, dan Kepala Kantor Pariwisata Kota Bogor Hj. Reny Handayani

Kepala Sub Dinas Perencanaan dan Pengembangan pada Dinas Dispenda Kota Bogor R. Ery Drajat selaku panitia pelaksana sosialisasi mengatakan, maksud dan tujuan kegiatan ini dalam upaya meningkatkan pengetahuan tentang dasar hukum pengenaan Pajak serta Tata cara pelaksanaan dan pembayaran Pajak/Retribusi  Daerah.

 Selain itu untuk memotivasi wajib Pajak sehingga diharapkan sadar membayar kewajibannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta menjaring wajib pajak baru dalam upaya meningkatkan PAD Kota Bogor

Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Kota Bogor H. Bambang Guinawan Suganda ketika membuka kegiatan ini mengemukakan, dana-dana yang didapatkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor hanya diperoleh dari pajak dan retribisi daerah.  Sedangkan mengenai  pajak Bambang menjelaskan, bahwa pajak itu dibagi dua yakni pajak yang ditarik oleh Pemerintah pusat dan pajak daerah yang dipungut melalui unit Kerja Dispenda dengan dasar hukum Peraturan daerah (Perda).

Lebih lanjut Bambang menjelaskan mengenai gambaran APBD Kota Bogor, bahwa APBD Kota Bogor tahun 2004 secara keseluruhan hanya berjumlah sebesar Rp 358,455 miliyar. Sedangkan yang berasal dari PAD  yakni yang dipetoleh dari Pajak dan retribusi hanya Rp 45,863 miliyar atau 12,79 persen dari jumlah keseluruhan APBD.

Sehingga, jelas Bambang, untuk pembiayaan pembangunan daerah di Kota Bogor masih lebih besar dari yang berasal dari dana ? dana perimbangan yaitu sebesar Rp 301,728 miliyar (87,21 persen).  Sedangkan PAD Kota Bogor yang berasal dari Pajak Daerah sebesar 19,175 miliyar (41,80 persen) atau 5,35 persen dari APBD. Sementara yang berasal dari retribusi Daerah sebesar 20,662 miliyar (45,49 persen) atau hanya 5,82 persen dari APBD.

Karena itu, menurut Bambang  Dispenda sebagai salah satu  koordinator bidang pendapatan dari seluruh unit penghasil di Kota Bogor menggelar sosialisasi dalam upaya untuk lebih meningkatkan PAD Kota Bogor.

 

 

 
Kota Bogor
Kota Bogor   Talk Show Jakarta Marketing Week: "City Branding"
Kota Bogor   Kota Bogor Meraih Penghargaan IDSA Award
Kota Bogor   Tanya Jawab Walikota dengan Dewan Juri IDSA Award
Lebih Banyak Video

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner