Banner
Menpora Resmikan Sekolah SMK Farmasi Bogor
Rabu, 30 April 2008 15:20
Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Adhyaksa Dault meresmikan penggunaan Gedung SMK Farmasi dan melakukan pelerakan batu pertama pembangunan tiga lokal kelas baru SMK Farmasi yang berlokasi di Jalan RD Khanafiah RT 03/15 Kelurahan Cimahpar Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Selasa (29/4)
Menpora Adhyaksa menegaskan, bahwa Sekolah kejuruan sangat diperlukan, apalagi dengan berdirinya SMK Farmasi karena kita tidak mau menjadi limbah obat dari negara - negara lain. Adyaksi mencontohkan, kedutaan besar India yang ada Indoesia membawa obat - obatan dari negaranya karena harganya lebih murah, jika dibandingkan dengan di negara Indonesia. Harga obat - obatan kita kalau dijual dipasaran sangat mahal, kata Adyaksa.

Makanya, ketika Menkes menurunkan harga obat dengan harga standar duta-duta besar sahabat sempat mempertanyakan. Karena Pemerintah Indonesia berusaha menekan harga obat jangan sampai terlalu tinggi, ujar Menpora,

Karena itu kehadiran SMK Farmasi sangat dibutuhkan untuk melahirkan orang - orang yang ahli dibidang farmasi sehingga kesepannnya tidak perlu lagi mengimport obat -obatan dalam jumlah yang cukup banyak, Karena sudah bisa membuat obatan - obatan sendiri, Dan, SMK Farmasi bagian dari yang melahirkan ahli dibidang pembuat obatan-obatan.

Adhyaksa berharap, kepada generasi muda Indonesia jangan semua lari kepolitik.Walaupun memang pola rekuitemen sistim kepemimpinan kita melalui sistim kepartaian. Tapi, pemuda juga harus digeser arah paradigma atau masuk pada sosial katagori supaya bisa berfungsi buat orang banyak.

Sementara itu Walikota Bogor yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Bambang Gunawan mengatakan., bahwa keberadaan institusi pendidikan kejuruan seperti SMK Farmasi Bogor memiliki peran besar dalam menekan angka pengangguran.

Diungkapkan, bahwa pertumbuhan tenaga kerja diberbagai daerah di Indonesia seperti juga di Kota Bogor selalu memiliki kecendrungan yang lebih tinggi dari pada pertumbuhan lapangan kerja, termasuk kemampuan pemerintah dalam mendorong dan menciptakan lapangan kerja. Ini membuat angka pengangguran terus menerus mengalami peningkatan dan menjadi masalah utama bagi setiap daerah.

Karena itu keberadaan SMK Farmasi diharapkan sedikit banyak bisa ikut mengatasiproblema tersebut. Harapan ini sangat beralasan karena sistim pendidikan di SMK memungkinkan setiap peserta didiknya untuk keahlian-keahlian diberbagai bidang.

Dalam kerangka pemikiran itu, lanjut Bambang pemerintah Kota Bogor telah memberikan perhatian penuh terhadap keberadaan SMK, terlebih lagi Kota Bogor merupakan salah satu Kota dengan jumlah sekolah kejuruan terbanyak di Jawa Barat. Hal ini merupakan potensi yang perlu dikembangkan sejalan dengan kebijakan Pemerintah untuk lebih mengembangkan eksistensi dan kualitas sekolah-sekolah kejuruan.

Salah satunya yang telah dikembangkan SMK berstandar Nasional yaitu SMK Negeri 1 Bogor. Sejalan dengan itu telah pula dilakukan berbagai kegiatan ya ng bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para siswa SMK. (iso/mon)
 
Kota Bogor
Kota Bogor   Talk Show Jakarta Marketing Week: "City Branding"
Kota Bogor   Kota Bogor Meraih Penghargaan IDSA Award
Kota Bogor   Tanya Jawab Walikota dengan Dewan Juri IDSA Award
Lebih Banyak Video

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner