kumpulan istilah dunia it istilah komputer dunia it
hosting murah hosting berkualitas hosting terpercaya
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
resep makanan kumpulan resep makanan dan kue cara membuat masakan
Banner
Penderita HIV/AIDS Meninggal Sebelum Usia 35 tahun
Rabu, 26 Desember 2012 16:22

Ancaman HIV/AIDS begitu jelas dan nyata, ribuan bahkan jutaan manusia telah meregang nyawa oleh penyakit yang hingga sekarang belum ditemukan obatnya. Fakta yang menakutkan, bahwa 50 persen penderita HIV/AIDS telah terinfeksi sebelum usia 25 tahun dan meninggal karena AIDS sebelum berusia 35 tahun.

Data Dinas Kesehatan Kota Bogor menyebutkan, bahwa jumlah kasus HIV/AIDS di Kota Bogor berdasarkan umur sejak tahun 2006-2012 tercatat,  dibawah usia 4 tahun sebanyak 29 orang,  5-14 tahun sebanyak 46 orang,  15-19 tahun sebanyak sebanyak 160 orang, 20-24 tahun sebanyak 236 orang, 25-49 sebanyak 1.077 orang, dan diatas usia 50 tahun sebanyak 17 orang.   

“Tren peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS juga cendrung progresif mulai dari skala dunia sampai ke tingkat lokal yaitu Kota Bogor, “ kata Sekretaris Daerah Kota Bogor Aim Halim Hermana ketika membuka Rapat Kerja (Raker) Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Bogor di Balaikota, Rabu (26/12/2012).

Aim mengungkapkan, resiko penularan HIV/AIDS tidak hanya terbatas pada populasi beresiko tinggi, tetapi juga menular pada pasangan bahkan istri dan anak. Fakta inilah, yang seharusnya mendorong semua pihak  untuk melakukan ikhtiar yang lebih besar dan lebih kuat guna mengurai masalah terkait penyebaran HIV/AIDS di Kota Bogor.

Maka pilihannya Komisi Penanggulangan AIDS daerah (KPAD) Kota Bogor dituntut untuk mau dan mampu melakukan kerjasama dengan seluruh Komponen masyarakat, peduli AIDS seperti LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), rumah sakit, puskesmas, klinik swasta, petugas penjangkau dan petugas lapangan lainnya dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.
“Kami berharap jalinan kerjasama ini mampu membentuk jejaring dalam penanggulangan HIV/AIDS di Kota Bogor, “ kata Aim yang mewakili Walikota Bogor.

Aim yang juga selaku Ketua KPAD Kota Bogor mengatakan,  rapat kerja KPAD merupakan forum penting dan strategis bagi keluarga besar KPAD untuk merumuskan banyak hal terkait apa saja yang dilakukan untuk melakukan pencegahan HIV/AIDS di Kota Bogor. 



“Saya berharap kesiapsiagaan jajaran KPAD untuk mampu menjawab berbagai tantangan penanganan HIV/AIDS di Kota Bogor, “ kata Aim.

Pada kesempatan tersebut KPAD Kota Bogor memberikan bantuan modal usaha untuk para ODHA yang diterima dua LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) peduli HIV/AIDS.

“Ada  dua LSM peduli HIV/AIDS yang menerima bantuan modal usaha dari KPAD yakni LSM Rumah Sahabat sebesar Rp3 juta, dan LSM Warna Lentera Pakuan (WLP) sebesar Rp2 juta. “ kata Sekretaris KPAD Kota Bogor Yetty Rochyati seraya menambahkan, sebelumnya KPAD juga telah memberikan bantuan satu kursi roda untuk ODHA.(yan/lan)

 

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner