kumpulan istilah dunia it istilah komputer dunia it
hosting murah hosting berkualitas hosting terpercaya
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
resep makanan kumpulan resep makanan dan kue cara membuat masakan
Banner
Sambut Putri Thailand Pramuka pun Bertotopong
Rabu, 21 November 2012 10:59

“Totopong”  Makin Merambah
Penggunaan totopong atau ikat kepala  sebagai ciri khas orang sunda  kini semakin membudaya di Kota Bogor.  Dalam berbagai event acara di Kota Bogor warga kini mulai membiasakan mengenakan ikat kepala.  Penggunaan totopong sepertinya menjadi kebanggaan sebagai warga sunda.

Penggunaan totopong yang digulirkan pada Peringatan Hari Jadi Bogor ke 530 Juni lalu, kini terus menjamur, bahkan sudah merambah keberbagai kalangan termasuk para pelajar, dan pramuka.

Seperti pada saat penyambutan Putri Kerajaan Thailand Chakri Siridhorn, ke SDN Kedung Badak Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor, Senin 19 November lalu. Sekitar 30 anggota Pramuka menyambut kedatangan Putri Raja Thailand dengan ciri khas tersendiri yakni  bernuasa budaya sunda.

Nuansa sunda semakin kental ketika anggota Pramuka laki-laki melepaskan baret atau topi pramuka yang biasa dikenakananya.  Kali ini untuk menyambut  putri Thailand mereka  menggantinya dengan mengenakan totopong.   

Puluhan anggota  Pramuka  tersebut berjejer diantas panggung yang telah disiapkan untuk menyambut sang putri. Anggota pramuka laki–laki dengan mengenakan totopong duduk berjejer paling depan, sedangkan pramuka premuan berdiri dibelakangnya.

Sekitar pukul 16.30 wib, Putri Chakri Siridhon tiba di SDN Kedung Badak 4. Wakil Walikota Bogor Achmad Ru’yat, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fetty Qondarsyah, dan Kepala Sekolah SDN Kedung Badak 4 H. Basor.

Sebelum masuk ke ruangan yang telah disiapkan Putri Chakri yang didampingi Wakil Walikota Bogor Achmad Ru’yat, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fetty Qondarsyah, dan Kepala Sekolah SDN Kedung Badak 4 H. Basor, menikmati suguhan musik tradisional yang dimainkan anak-anak pramuka.  



Alat- alat musik tradisional yang dimaiinkan sangat sederhana yakni angklung, kohkol terbuat dari bambu, botol dan bekas kaleng cat. Nampak sang putri dari negeri Gajah itu sangat menikmati persembahan musik tersebut.  Sesekali terlihat sang putri bertanya kepada kepala Sekolah mengenai musik yang dimainkan dan pakaian yang dikenakan anggota pramuka.  

“Putri sangat terkesan, apalagi ketika menyaksikan pementasan seni tradisional, dan pakaian yang dikenakan siswa kami, pramuka bertotopong,  “kata Kepala Sekolah SDN Kedung Badak 4, H. Basor.

Basor menambahkan, pertunjukan seni tradisional khususnya seni sunda dan penggunaan ikat kepala yang merupakan ciri khas orang sunda itu, untuk lebih memperkenalkan budaya sunda ke mancanegara, khususnya Thailand. (yan)

 

 

 

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner