|
Wakili Indonesia, Tiga Siswa SD Bantarajati 9 Bogor Bertolak ke Jepang
|
|
Selasa, 21 Februari 2012 15:37
|
|
Sebanyak tiga siswa SD Bantarjati 9 Kota Bogor, Jawa Barat akan mewakili Indonesia dalam konferensi Lingkungan Anak tingkat Asia Timur ke Jepang, 29 Febuari 2012. Ketiganya akan mempresentasikan hasil penelitian mereka perihal lingkungan hidup.
Penelitian berlangsung sejak Oktober 2011 lalu. Di depan dunia internasional, Azriel Fathan Nabhani (11 thn), Rizky Indah FSP (12 thn) dan Irda Dwi Juliyanti (11 thn) akan mempresentasikan hasil penelitian derajat keasaman air hujan, Konsentrasi debu, dan penanaman biji kawari atau tunas biji lobak.
Rizki Indah menjelaskan penelitian konsentrasi debu telah dilakukannya selama tiga bulan. Penelitian dilakukan di Jalan Pajajaran dan Jalan Gagalur Bantarjati Bogor.
“Hasilnya dalam penelitian di depan RS Azra di Jalan Pajajaran konsentrat debu mencapai angka 7-12. Sedangkan di Jalan Gagalur konsentrat mencapai 2-6. Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrat, semakin tinggi polusi udara,” jelasnya.
Kepala Sekolah SD Bantarjati 9 Yayah Komariah menambahkan, khusus konsentrasi debu dengan objek penelitian di Jalan Pajajaran dipilih karena lalu lintasnya sangat padat. Sedangkan pembandingnya dipilih Jalan Gagalur yang relatif lebih sepi dari hilir mudik kendaraan. Sehingga para siswa dapat membandingan konsentrasi polusi ke dua jalan tersebut.
Sedangkan penelitian hujan asam yang dilakoni oleh Azriel dilakukan di lingkungan sekolah. Azriel menjelaskan air hujan yang akan di tamping harus air hujan yang langsung jatuh dari langit sebigga tidak terkena terpaan apapun. Jadi penampungan air hujan harus dilakukan di tempat terbuka seperti di lapangan.

“Alat yang kami gunakan Amehikokun seperti pompa isap untuk mengukur keasaman air hujan, kertas pengering untuk mengukur kepekatan debu dan pipet,” ujarnya
Dan penelitian pananaman biji kawari, yang dilakukan oleh Irda Dwi Julianti dilakukan di lingkungan sekolah. Tunas biji lobak tersebut ditanam dan disiram oleh air yang bermacam kadar asamnya.
Penelitian ketiganya merupakan hasil kerjasama Kementerian Ling¬kungan Hidup dengan The Network Center for the Acid Deposition Monitoring Network in East Asia (EANET) Jepang atau Pusat Jaringan untuk Deposisi Asam Jaringan Monitoring Asia Timur. Alat-alat yang digunakan para siswa, seperti kertas kapas, kapas untuk meneliti biji kaware, pinset, kertas lakmus, cairan BCG dan gelas bekker merupakan alat-alat yang diberikan EANET Jepang sejak Agustus 2011. (dian)
|