|
Walikota Bogor Diani Budiarto secara resmi melepas keberangkatan tiga siswa SD Negeri Bantarjati 9 Kota Bogor, Jawa Barat untuk menjadi wakil Indonesia dalam Konferensi Lingkungan Anak di Jepang.
Mewakili Indonesia, ketiga siswa akan mempresentasikan tentang lingkungan hidup dalam ajang konferensi yang akan berlangsung 29 Febuari 2012 mendatang.
Pelepasan berlangsung di Ruang rapat I Balaikota Bogor, Selasa (21/2/2012), Jalan Juanda 10 Bogor. Ketiga siswa yang membanggakan ini adalah Azriel Eathan Habhani (11 thn), Irda Dwi Julianti (11 thn) dan Rizky Indah FSP (12 thn).
Menurut Kepala Sekolah SD Negeri Bantarjati 9 Bogor Yayah Komariah, ketiga anak didiknya akan mempresentasikan hasil penelitian mereka. "Para siswa akan mempresentasikan penelitian derajat keasaman air hujan, Konsentrasi debu, dan penanaman biji kawari (biji lobak-red)," kata Yayah.
Dijelaskan Yayah, kegiatan Konferensi Lingkungan Anak ini merupakan program kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dengan The Acid Deposition Monitoring Network in East Asia (EANET) dan Niigata Prefecture Jepang, khususnya di bidang pendidikan lingkungan hidup.
“Saya mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada SD Bantarjati 9, anak-anak dan para orangtua. Anak-anak telah berhasil meraih prestasi, dibuktikan dengan meraih penghargaan dan mewakili Indonesia dalam event Internasional,” puji Diani.

Prestasi tersebut lanjut Diani, merupakan hasil kerja nyata dan wuju kepedulian dalam kegiatan belajar mengajar. Kegiatan belajar mengajar terbukti dapat membangun masyarakat yang mencintai lingkungan hidup. Sekolah SD Bantarjati 9 telah berhasil melahirkan anak didik yang mencintai lingkungan mereka.
“Masalah lingkungan bukan masalah sepele. Kita punya tanggung jawab untuk memelihara lingkungan hidup dan membangun kecintaan anak-anak terhadap lingkungan sejak usia dini di bangku sekolah,” tambahnya.
Diani mengatakan bahwa dalam keberangkatan ke Jepang nanti, para peserta delegasi diharapkan dapat menggali dan membuka main set mereka. Selain menambah wawasan, keberangkatan ke Jepang diharapkan dapat belajar kultur budaya bangsa lain dan membuka jendela dunia. (dian/gus)
|