Banner
Tekan Angka Pengangguran Pemkot Bogor Gelar Pelatihan Keterampilan Kerja
Senin, 20 Februari 2012 18:58

Guna menekan jumlah pengguran di Kota Bogor, pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi (Disnakersostrans) menggelar pelatihan keterampilan kerja berbasis kompetensi dan uji kompetensi, di gedung UPTD (Unit Pelasana Teknis Dinas)  Balai Latihan Kerja (BLK), Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Senin (20/2/2012).

 

Pelatihan yang diikuti 80 orang dari enam wilayah kecamatan se Kota Bogor tersebut dibuka  Kepala Disnakersostrans Kota Bogor Artiyana Yanar.  Peserta terbagi 3 kejuruan, di antaranya, menjahit 48 orang, teknik las 16 orang dan komputer 16 orang.

Kepala Disnakersostrans  Ariyana Yanar mengakui tingkat pengguran di Kota Bogor sampai tahun 2011 lalu mencapai 42.475 orang. Hal itu, akibat kurangnya sumber daya manusia (SDM), dan minimnya pendidikan mereka. Sedangkan untuk pencari kerja (caker), berdasarkan kartu kuning (KK-1) mencapai 19.505 orang

Menurut Artiyana, meningkatnya jumlah pengangguran tersebut, selain dari faktor SDM dan pendidikan, ternyata akibat kurangnya kemampuan dan kualiatas keterampilan kerja kepada pencari kerja dan pengangguran. Maka, dengan pelatihan keterampilan ini, diharapkan dapat digunakan untuk mendapatkan peluang kesempatan kerja di perusahaan maupun menjadi wirausaha.

“Jadi, pelatihan berbasis kompetensi ini, diarahkan kepada pencari kerja dan pengangguran yang berdomisili di wilayah Kota Bogor. Sedangkan untuk uji kompetensi diarahkan bagi alumni pelatihan BLK dan lulusan sekolah kejuruan yang tidak dapat melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala UPTD BLK Disnakersostrans Kota Bogor, Abas Sumantri menjelaskan, jumlah peserta pelatihan ini mencapai 80 orang dari enam wilayah kecamatan se Kota Bogor. Mereka terbagi 3 kejuruan, di antaranya, menjahit 48 orang, teknik las 16 orang dan komputer 16 orang.

Sedangkan peserta uji kompetensi dari alumni pelatihan dan sekolah kejuruan sebanyak 60 orang. Di antaranya, menjahit 20 orang, teknik las 20 orang dan komputer 20 orang.
“Mereka mengikuti pelatihan selama 2 hari di BLK. Peserta itu merupakan hasil seleksi dari pendaftar yang mencapai 454 orang,” kata Abas.

Sedangkan tenaga pengajar/instruktur, lanjut Abas, diambil dari mereka yang telah berpengalaman sesuai dengan kejuruan, baik dari lembaga pelatihan swasta maupun kerjasama dengan BLK kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat. “Kalau uji kompetensi, kami bekerjasama dengan LSP kejuruan menjahit, teknik las dan teknik komputer,” tambahnya. (yan)

 

 

Web Lokal

Banner