Banner
Jabar Peringkat Ke Tiga Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba
Minggu, 30 Oktober 2011 22:33
ImageWakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf mengungkapkan, bahwa peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Jawa Barat saat telah mengalami penurunan yang signifikan.

 
“Jika dua tahun sebelumnya Jabar menduduki peringkat pertama,  kini telah menurun ke peringkat ke tiga, setelah DKI  Jakarta dan Sumatra Utara, “ungkap Dede dalam acara Kampanye dan dialog interaktif dengan tema dihatiku tak ada narkoba, di Gedung Kemuning Gading Bogor, Minggu (30/10/2001).

Dede yang juga selaku Ketua Umum BNP (Badan Narkotika Provinsi) Jawa Barat mengatakan, keberhasilan Jawa Barat dalam menurunkan tingkat dan penyalahgunaan dan narkoba narkoba berkat kerja keras BNP bersama dengan BNK (Badan Narkotiba Kota/Kabupaten), kepolisian, dan stakeholder lainnya di Kabar yang secara terus menerus melakukan berbagai upaya untuk menekan tingkat penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Menurut Dede, untuk menekan penyalahgunaan dan peredaran narkoba BNP telah menggulirkan program   Desa Siaga Narkoba, Pemuda Siaga Narkoba,  dan program Generasi bersih.  “Program tersebut melibatkan seluruh stakeholder yang ada  mulai dari Ormas, OKP, Ulama, pelajar, pramuka dan tokoh-tokoh masyarakat termasuk DPRD, “jelasnya.

Diakui Dede, bahwa anggaran untuk BNP dan BNK  untuk menurunkan tingkat penyalahgunaan dan peredaran narkoba relatif kecil, jika dibandingkan dengan uang yang berputar dari hasil peredaran narkoba yang bisa mencapai trilunan.  “Uang berputar dari hasil peredaran narkoba 20 kali lipat dari APBD Kota Bogor, “ungkap Dede Yusuf.

Dede memaparkan, bahwa berdasarkan survey yang dilakukan BNN (Badan Narkotika Nasional), pada tahun 2006 tercatat 6 persen dari jumlah pemuda dan mahasiswa di Indonesia pernah memakai narkoba.  Prosentase ini mengalami  peningkatan pada tahun 2008 menjadi 8 persen.
 
Image

Kondisi ini, kata Dede, sangat memprihatinkan, bahkan berdasarkan data BNN, di Indonesia ada 40 orang meninggal dunia akibat penyalagunaaazn narkoba dan HIV/AIDS.  “ Kita tahu, bahwa penularan HIV/AIDS lebih banyak  disebabkan oleh tingginya penggunaan jarum suntik, “ terangnya,  

Dede juga mengakui, bahwa peredaran narkoba di Jawa Barat sangat tinggi, bahkan wilayah Jawa Barat sudah menjadi tempat memproduksi narkoba dengan tujuan peredarannya masuk ke Ibu Kota dan daerah lainnya.

Diungkapkan, konsumsi narkoba tidak hanya masyarakat yang berada di wilayah Kota tapi sudah merambah wilayah pedesaan.  Lebih memprihatinkan lagi,  kata Dede, pengguna narkoba tidak hanya kalangan remaja, tapi juga  dikonsumsi oleh mereka yang sudah berusia 60 tahun.
 
Oleh karena itu Wagub Jabar Dede Yusuf mengajak, kepada kalangan pelajar dan remaja  di Kota Bogor untuk menjadi duta – duta anti narkoba yang bertugas menjadi penyuluh bagi teman-temannya baik sekolah maupun dilingkungannya.(yan/gus)

 
Kota Bogor
Kota Bogor   Talk Show Jakarta Marketing Week: "City Branding"
Kota Bogor   Kota Bogor Meraih Penghargaan IDSA Award
Kota Bogor   Tanya Jawab Walikota dengan Dewan Juri IDSA Award
Lebih Banyak Video

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner