kumpulan istilah dunia it istilah komputer dunia it
hosting murah hosting berkualitas hosting terpercaya
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
resep makanan kumpulan resep makanan dan kue cara membuat masakan
Banner
RRI Pentas Tiga Dalang Dari Tiga Kota Dalam Satu Lakon
Senin, 26 September 2011 02:16
ImageAda yang baru dalam perayaan ulang Tahun RRI yang ke 63   tahun ini, selain dimeriahkan dengan bersepedah Onthel,  untuk pertama kalinya, RRI yang meliputi Regional Bogor, Bandung dan Cirebon, mengadakan Gelar Budaya Berjaringan  (GBB)  dengan mementaskan  Marathon 3  Dalang  kahot dari 3 wilayah yakni Bogor, Bandung dan Cirebon, yang  disiarkan secara langsung oleh RRI Bogor, Bandung dan Cirebon, Sabtu (24/9/2011) malam
 
Menurut Koordinator Bandung, Bogor, Cirebon (BBC) yang juga Kepala RRI Regional Bandung, Edi Sukmana, sejak RRI berubah status dari Perusahaan Jawatan (Perjan) menjadi Lembaga Penyiaran Publik (LPP) 6 tahun lalu, baru pertama kalinya  GBB dilaksanakan.

“Kegiatan ini sejalan dengan fungsi RRI sebagai pelestari budaya  dan ajang kreatifitas anak bangsa,”ungkapnya di halaman RRI Bogor, di jalan  Pangrango Kota Bogor.

Sementara itu, Kepala RRI Bogor, Nurhanudi, menegaskan  bahwa selain Gelar Budaya Berjejaring, BBC telah melaksanakan kegiatan sejenis, diantaranya  Titian Muhibah, jabar News,  Siaran khusus Olahraga dan Pro 2 FM On the Road.

“Namun untuk Gelar Budaya Berjejaring baru pertama kali.  Program ini merupakan langkah nyata RRI sebagai  media edukasi, informasi, hiburan dan pelestari budaya,”ungkap Nurhanudi di hadapan penonton yang memadati halaman RRI Bogor.  

Ia menambahkan para dalang yang tampil dalam  GBB ini diisi oleh tiga dalang kahot,  yakni dari Bogor Ujang Buchari, Umar Darusaman (Bandung) dan Sukarta Cirebon yang menggarap lakon Kumbakarna Gugur.

“Lalakon yang  dibawakan  kali ini adalah Kumbakarna Gugur, pemilihan  garapan ini karena di dalamnya sarat dengan nilai-nilai kesetiaan terhadap negara. Kumbakarna  perlaya di medan laga karena membela kehormatan bangsa dan negaranya,”ujarnya.  
 
Image

Sebelum acara puncak, terlebih dahulu ditampilkan Tari Topeng dari Cirebon dan Tari  Klasik  Kandagan garapan Sanggar Obor  Sakti yang dipimpin Atang Supriatna. Menurut  Atang yang juga cucu Dalang Kahot Bogor, R. Entah Lirayana (alm.).  Tari Kandagan menceritakan   perjuangan para istri yang mencari suaminya  di medan perang.

“Pada akhirnya mereka (para isteri-red) ikut serta berperang melawan musuh-musuhnya.  Hal ini merupakan bukti  kalau kesetaraan gender di para leluhur kita  sudah lama ada,”tegasnya di sela-sela penampilan anak didiknya.

Tampak hadir dalam kesempatan itu,  Dewan Pengawas LPP RRI, Dwi Hernuningsih, Wakil Sekretaris PEPADi Jawa Barat, Iyus,  Ketua PEPADI Kota Bogor, H. Shahlan Rasyidi, Ketua PEPADI Kabupaten Bogor, Iwa Wiwaha yang juga bertugas melakukan garapan 3 dalang,  para budayawan dan seniman Bogor, diantaranya   Eman Soelaeman,  Ade Suarsa dan Ahmad Hidayat, atau Acoen Gorobog.

Sementara dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor, tampak Uci Sanusi dan Johny.  Namun, tak satupun diantara yang hadir  dari jajaran legislatife baik Kota maupun Kabupaten Bogor. (dhp/lan)

 

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner