Banner
APARAT PEMKOT BOGOR DILARANG MENGUNAKAN KENDARAAN DINAS DI LUAR JAM KERJA
Kamis, 04 Agustus 2005 17:02
Walikota Bogor H. Diani Budiarto mengintruksikan sekaligus melarang kepada seluruh jajarannya di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk tidak menggunakan kendaraan dinas di luar jam kerja dan hari libur untuk kepentingan pribadi diluar kepenting Intruksi Walikota itu disampaikan ketika memimpin apel pagi sekaligus melepas 17 pegawai dilingkungan Pemkot Bogor yang memasuki masa pensiun di Halaman Balaikota Bogor, awal pekan lalu. Sesuai petunjuk, tegas Diani, pada hari libur pejabat, dan seluruh jajajaran Pemkot tidak boleh ada yang menggunakan kendaraan dinas berplat merah untuk kepentingan pribadi. Jadi kalau ada pejabat yang hanya punya mobil dinas, dan tidak punya kendaraan pribadi lebih baik kalau ada keperluan keluarganya pakai saja kendaraan angkutan umum (angkot) atau motor ojek, â?? tegas Walikota didepan para kepala Dinas, Badan, Kantor dan Kepala Bagian dilingkungan Pemkot Bogor. Karena itu Diani meminta kepada Bawasda (Badan Pengawasan Daerah) melakukan pengawasan, sekaligus menilang terhadap aparat Pemkot, tanpa terkecuali siapapun orangnya yang menyalahgunaan fasilitas kendaraan dinas. Apalagi, kalau kendaraan dinas itu digunakan oleh anak, menantu, dan keluarganya yang lain, â?? tandasnya. Instruksi itu dilontarkan walikota berkaitan dalam upaya mendukung upaya pemerintah untuk melakukan hemat energi yang dikeluarkan melalui melalui Keppres Nomor 10 Tahun 2005 tentang hemat energi. â??Hemat energi tidak hanya dalam penggunaan mobil dinas saja, melainkan juga penggunaan listrik, telepon, AC, dan pengunaan air khususnya di lingkungan perkantoran Pemkot Bogor, â?? tandasnya. Kaitan dengan hemat Energi, lanjut Diani mulai bulan ini, pihaknya akan melakukan pengecekan ke setiap kantor, apakah tariff rekeningnya, naik, turun atau tetap. Untuk selanjutnya setiap bulannya akan dievaluasi sebab, tidak semua rekening harus turun, karena ada beberapa perkantoran yang memang setiap harinya harus menggunakan listrik, atau telepon untuk sarana penerangan dan telekomunikasi untuk kepentingan dinas. Dibagian lain Walikota Diani menawarkan program pensiun dini kepada para PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang sudah berusia 50 tahun keatas, dengan diberikan konpensasi semacam Taspen (tabungan pensiun). â?? Jadi, dari pada kerjanya sudah tidak produktif, kita akan tawarkan kepada mereka untuk mengajukan pensiun dini, â?? katanya. Penawaran program permohonan pengajuan pensiun dini itu juga ditawarkan kepada para pegawai tingkat eselon yang saat ini tidak punya job atau jabatan. Selain itu bagi pegawai kontrak yang telah bekerja dan mengabdi hingga belasan tahun, juga ditawarkan untuk mengajukan permohonan untuk berhenti atau pensiun. â??Nanti kita akan coba menyalurkan mereka ke profesi lain untuk mendapatkan pekerjaan diluar Pemkot Bogor, Sebab, dari pada mereka menunggu lama untuk diangkat menjadi PNS lebih baik ditawarkan untuk berhenti menjadi tenaga kontrak, â?? jelasnya. Menurut Diani, tenaga Kontrak dilingkungan Pemkot Bogor saat ini jumlahnya mencapai 3000 orang. Dan, kita akan sebarkan angket penawaran berhenti menjadi tenaga kontrak, selajutnya mereka akan disalurkan untuk beralih profesi ke luar Pemkot Bogor. Lebih lanjut Walikota menjelaskan, tahun ini rencananya akan dibuka tes penerimaan PNS, yang diprioritaskan bagi tenaga kontrak. â??Jika tahun lalu testing dibuka untuk umum, Tapi, untuk tahun ini rencananya khusus bagi tenaga kontrak yang telah mengabdi di lingkungan Pemkotâ? jelas Diani. (yan)
 
Kota Bogor
Kota Bogor   Talk Show Jakarta Marketing Week: "City Branding"
Kota Bogor   Kota Bogor Meraih Penghargaan IDSA Award
Kota Bogor   Tanya Jawab Walikota dengan Dewan Juri IDSA Award
Lebih Banyak Video

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner