kumpulan istilah dunia it istilah komputer dunia it
hosting murah hosting berkualitas hosting terpercaya
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
info lowongan kerja lowongan kerja lowongan kerja
resep makanan kumpulan resep makanan dan kue cara membuat masakan
Banner
Pemerintah Kota Bogor Pasang Alat Pemantau Polusi Udara
Kamis, 17 Januari 2008 17:43
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memasang alat pemantau polusi udara, di halaman Gedung DPRD Kota Bogor. Pengoperasian Alat pemantau ambien secara otomatis ini dilakukan Walikota Bogor H. Diani Budiarto, usai pemimpin apel pagi dilingkungan Pemerintah Kota Bogor, Rabu (16/1) pagi
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) H. Yus Herdiyus mengatakan, alat pemantau polusi udara ini terdiri dari dua bagian yakni elektronik display, dimana dalam alat tersebut terpampang lima parameter utama dalam pemantauan pencemaran udara, dan kondisi kualitas udara pada waktu dan lokasi tertentu. Lima parameter utama dimaksud, kata Yus, berbahaya, sangat tidak sehat, tidak sehat, sedang dan baik.

Kemudian, jelas Yus Herdiyus, alat pemantau kualitas udara yang berupa kotak kecil yang terpasang tepat dibelakang display. “Nantinya, alat ini beroperasi secara otomatis secara terus menerus dan datanya dapat dipantang secara langsung.” ujar Yus.

Dijelaskan Yus, hasil pengoperasian dari alat ini akan secara otomatis menghasilkan data indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). “ Jadi, ISPU adalah angka yang tidak mempunyai satuan yang menggambarkan kondisi kualitas udara ambien dilokasi dan waktu tertentu yang didasarkan terhadap dampak kesehatan manusia, nilai estetika dan mahluq hidup lainnya, “ terangnya,

Yus mengungkapkan, ISPU juga dapat digunakan sebagai bahan Informasi kepada masyarakat tentang kualitas udara ambien dilokasi dan waktu tertentu dan sebagian bahan pertimbangan bagi Pemerintah daerah dalam melaksanakan pengelolaan dan pengendalian pencemaran udara.

Seperti diketahui, kata Yus, semakin meningkatnya jumlah penduduk dan semakin berkembangnya perekonomian Kota Bogor secara otomatis berdampak pada meningkatnya potensi pencemaran udara. Selain upaya preventif pencegahan pencemaran udara yang telah diupayakan oleh Pemerintah Kota Bogor antara lain melalui penghijauan, dan pemakaian bahan bakar alternatif dengan penggunaan biodiesel, pengadaan alat pemantau kualitas udara yang sudah terpasang ini juga diharapkan akan membantu dalam memantau sejauhmana kondisi kualitas udara ambien Kota Bogor.

Untuk saat ini, menurut Yus, alat ini baru terpasang di halaman Gedung DPRD Kota Bogor, namun diharapkan kedepannya bisa dipasang di titik – titik rawan pencemaran udara seperti di lokasi rawan kemacetan. “ Alat yang baru terpasang di halaman Gedung DPRD ini merupakan bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan harga alat itu cukup mahal yaitu Rp 400 ribu,”jelasnya.

Sementara itu Walikota Bogor H.Diani Budiarto mengatakan dengan beroperasi alat pemantau kualitas udara merupakan alat pembantu bagi Pemerintah Kota Bogor untuk mengambil langkah – langkah kebijakan dibidang lingkungan hidup. “ Bagi masyarakat sebagai warming dan petunjuk untuk mengetahui sejauh mana tingkat polusi dilingkungan setempat, “ kata Diani.

Namun, kata Diani, alat ini tidak akan berarti kalau tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jadi, sebetulnya yang terpenting bukan pada alatnya, tapi bagaimana bisa dimanfaatkan alat tersebut dengan sebaik-baiknya “ tandasnya.

Sebetulnya, diakui Diani, tanpa alat pun secara kasat mata bisa dilihat beberapa fenomena lingkungan saat ini. Dalam menyikapi masalah lingkungan mestinya dilengkapi berbagai alat Sebut saja alat pemantau jumlah sampah dan CCTV untuk memantau kemacetan lalu lintas. Tetapi, bukan berarti dengan tidak memiliki alat–alat tersebut, tidak berarti lantas tidak bisa menyiasati berbagai persoalan yang dihadapi.

Karena itu lanjut Diani, pihaknya menghargai dan berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang telah memberikan alat tersebut, Tetapi keberhasilan, dan manfaat alat tersebut tidak terlepas dari kita sendiri yang akan menggunakannya.

Terkait dengan berbagai aturan dan kebijakan yang telah dikeluarkan, Diani mengatakan, banyak aturan yang telah dikeluarkan ternyata tidak disikapi oleh yang membuat aturan sendiri yakni jajaran Pemerintah Kota Bogor. Sebut saja, larangan merokok dan uji emisi kendaraan dinas.

Orang lain sudah mengikuti aturan, dan masyarakat sudah memahami, Tapi, sangat disayangkan jajaran Pemerintah Kota Bogor sendiri banyak yang tidak taat. Padahal, kita yang membuat aturan. Dan kita jajaran birokrat mestinya yang memberikan contoh kepada orang lain, “ tandasnya.

Diani juga mengancam akan mencabut hak pemakaian kendaraan dinas kalau tidak diurus oleh pemegangnya, Sebab. setiap tahun ada uji emisi kendaraan Dinas, tapi hasil uji emisi tetap jelak. Jadi, tegasnya, buat apa diberikan kendaraan dinas kalau tidak bisa mengurus sehingga uji emisi hasilnya tetap jelek. (iso/tar)
 

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner