Banner
JUDI PELACURAN DAN MIRAS JADI SOROTAN DALAM DIALOG WALIKOTA DI KECAMATAN BOGOR UTARA
Senin, 17 May 2004 07:00
Belum genap sebulan dilantik, Walikota Bogor Drs.H.Diani Boediarto terus gencar melakukan kunjungan silaturahmi ke Kecamatan? Kecamatan yang ada diwilayahnya. Sudah empat Kecamatan menjadi sasaran kunjungan Diani

..

Belum genap sebulan dilantik, Walikota Bogor Drs.H.Diani Boediarto terus gencar melakukan kunjungan silaturahmi ke Kecamatan? Kecamatan yang ada diwilayahnya. Sudah empat Kecamatan menjadi sasaran kunjungan Diani. Dalam setiap kunjungannya turut mendampingi wakil Walikota H.M.Sahid, Ketua DPRD Tb. Tatang Muchtar dan anggota Muspida setempat. Kegiatan yang dilakukan tersebut dalam upaya menyerap aspirasi masyarakat. 

                Ke empat Kecamatan yang telah dikunjungi, terakhir di wilayah Kecamatan Bogor Utara Sebelumnya tiga kecamatan yang telah dikunjungi yaitu Bogor Selatan, Bogor Tengah, dan Kecamatan Bogor Timur. Sedangkan dua Kecamatan lagi yang belum mendapat giliran Kecamatan Bogor Barat dan Kecamatan Tanah Sareal.

               Kunjungan silaturahmi walikota di Kecamatan Bogor Utara, Selasa (4/5) pagi di pusatkan di SD Sindangsari Kelurahan Tanah Baru. Seperti dalam kunjungan silaturahmi sebelumnya sejumlah masukan usulan saran dilontarkan warga masyarakat kepada walikotanya, seperti yang diungkapkan Hendrik syam warga Tegal Gundil. Ia mengaku sangat prihatin dengan kondisi Kota Bogor. "Selama beberapa tahun saya memantau dan melihat kondisi Kota Bogor. Pada kenyataannya memang Kota Bogor sudah cukup bagus. Namun sangat memprihatinkan kalau malam hari di jalan?jalan yang sudah cukup bagus dan licin tersebut, malah banyak lobang?lobang yang berjalan,"ujarnya.Padahal lanjut Hendrik, di Kota Bogor banyak pondok ? pondok persantren termasuk para santrinya. Tapi, mereka tidak bisa berbicara banyak kepada Pemerintah atau pejabat setempat. Mereka hanya bisa bicara dengan dalil-dalil Al Qur?an.

           Mengenai banyaknya lobang?lobang berjalan atau prostitusi mestinya Pak Wali segera membahas persoalan ini karena Kota Bogor adalah Kota Beriman jangan sampai dikotori oleh dengan pelacuran, termasuk perjudian dan minuman keras. "Kalau Bapak-bapak aparat yang menggerakkan maka mustahil rakyat hanya akan menjadi penonton saja, dan sudah pasti rakyat akan mendukung, "ujarnya. Oleh karena saya berharap, Pemkot Bogor segera melakukan tindakan dengan melakukan langkah-langkah yang sebaik mungkin, sehingga jangan sampai masyarakat yang lebih dahulu melakukan tindakan, " kata Hendrik Syam.

            Selain menyoroti masalah pelacuran, perjudian, dan minuman keras sejumlah pertanyaan lainnya juga dilontarkan oleh perwakilan warga masyarakat termasuk pemuda antara lain menyangkut soal transportasi , pengursan IMB, masalah kemiskinan.

Menanggapi pertanyaan yang dilontarkan Hendrik Syam, Walikota mengatakan, sebenarnya untuk memecahkan persoalan ini Pemkot tidak berhenti memprogramkan kegiatan penertiban atau therapy, namun akan selalu terjadi pengulangan. Masalahnya, persoalan ini tidak bisa dibatasi oleh areal wilayah, dan kita tidak bisa pula harus melek selama 24 jam, dan persoalan lainnya menyangkut betrbagai aspek, kata Diani. Jadi memang pada kenyataannya memang belum bisa menyelesaikan persoalan. "Hari ini ditertibkan malah besoknya akan muncul dan marak lagi,"ungkap Diani.

Sebenarnya, kata Diani, pemkot Bogor telah melakukan berbagai upaya antara dengan mengirimkan para WTS ke panti rehabilitasi, dengan diberikan berbagai keterampilan. Tapi, diakui Diani pada kenyataannya memang belum sepenuhnya mengatasi persoalan, Masalahnya karena lulusan panti tersebut pada saat diterjunkan kepada masyarakat belum tentu bisa berjalan sesuai yang diharapkan.

           Namun demikian kata walikota, pihaknya tidak akan berputus asa untuk terus melakukan berbagai upaya guna memecahkan persoalan sosial tersebut. "Kita juga sedang mengkaji kira-kira apa yang menjadi sosilusinya, "ujar walikota.Begitu pula dengan persoalan judi satu lokasi ditertibkan atau ditutup, tapi akan muncul di lokasi lainnya. "Ini memang masalah yang klasik. Mestinya, memang jangan hanya ditutup lokasi tempat judinya saja, Tapi diberantas sampai ke akar-akarnya termasuk para bandar judinya," tandas walikota Diani.

 
Kota Bogor
Kota Bogor   Talk Show Jakarta Marketing Week: "City Branding"
Kota Bogor   Kota Bogor Meraih Penghargaan IDSA Award
Kota Bogor   Tanya Jawab Walikota dengan Dewan Juri IDSA Award
Lebih Banyak Video

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner