Banner
PENGAJIAN DIALOGIS APARAT PEMKOT HARUS MEMBAWA KITAB
Rabu, 08 Juni 2005 15:03
PENGAJIAN DIALOGIS APARAT PEMKOT HARUS MEMBAWA KITAB Kondisi kehidupan beragama di Kota Bogor sudah cukup Kondusif dan maju, Buktinya sarana â??sarana fisik keagamaan. Dibangun dimana-mana. Bajkan hampir setiap minggu sarana kegamaan seperti Masjid, Majlis Taâ??lim maupun Madrasah diresmikan. Selain itu kehidupan kegamaan cukup ramai yang diisi dengan berbagai pengajianâ??pengajian, termasuk Sholat berjamaah Jumâ??at, Idul Fitri dan Idul Adha Masjid selalu penuh dengan jamaahnya. JIka melihat kondisi demikian sungguh sangat menggembirakan, sehingga tidak salah dan jangan disalahkan kalau kami banyak menyikapi berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan umat Islam, â??ungkap Walikota Bogor H. Diani Budiarto, dalam berbagai kesempatan pengajian maupun Silaturahmi dengan ulama. Selain itu lanjut Diani, penduduk Kota Bogor hampir 94 persen pemeluk Agama Islam. Karena itu Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam melaksanakan kegiatannya harus melihat kepada kebutuhan dan permasalahan yang dirasakan oleh 94 persen dari warganya itu,. Namun disisi lain, lanjut Walikota, kalau melihat fenomena keseharian ada hal-hal yang bersifat paradok, dan sungguh sangat memprihatinkan yakni umat Islam justru masih dihadapkan dengan berbagai permasalahan sosial. Padahal, yang seharusnya hal itu tidak perlu terjadi. Jadi, kalau melihat besaran jumlah umat Islam secara kuantitatif memang cukup besar. Tapi, mengapa fenomena permasalahan sosial seperteti penyakit masyarakat semakin merebak, Dan, dimana letak kesalahannya sehingga itu bisa terjadi bahkan bukannya berkurang, tetapi malah bertambah. Makanya, jelas Diani, pihaknya mulai mencoba mengubah format pengajian yang biasanya hanya dilakukan satu arah yakni hanya mendengarkan ceramah dari para ulama, maupun kiayi, yang diubah menjadi dua arah Artinya, dalam pengajian lebih diperbanyak dialogis, dimana jamaah pengajian diberikan kesempatan untuk bertanya. Format pengajian seperti ini akan terus dilakukan di jajaran Pemkot Bogor. Bahkan, jamaah pengajian diharuskan membawa kitrab Al Qurâ??an dan Hadist, sehingga bukan hanya sekedar mendengar, namun bisa mencatat apa saja yang bisa dipetik dari hasil pengajian untuk bisa diamalkan dalam kehidupan sehariâ??hari. â??Kami pernah mencoba memutar VCD, yang menayangkan tata cara praktek berwudhu dan Sholat yang benar dalam pengajian jajaran aparat Pemkot yang digelar di Balaikota. Dan ternyata, dalam soal berwudhu dan Sholat jamaah pengajian banyak yang belum tahu tata cara wudhu yang benar sesuai tuntutan Rasullah SAW, â??papar Diani. Karena itu Walikota meminta kepada para guru-guru ngaji yang ada di Kota Bogor dalam memberikan materi pengajian untuk tidak melangkah yang lebih tinggi, kalau tata cara ibadah sehariâ??hari jamaahnya belum benar Sedangkan pengajian dua mingguan di pusatkan di masjid-masjid secara bergiliran di 68 Kelurahan se Kota Bogor. Walikota juga tidak memaksa aparatnya untuk hadir Tapi, kalau mengaku Umat Islam yang haus akan ilmu, mari bersama-sama â??Bertholabul Ilmiâ? sebagaimana yang diwajibkan dalam ajaran Islam, yakni menuntut Ilmu agama Islam itu wajib sejak dilahirkan, sampai ke liang kubur. â??tutur Diani. Selain itu jangan di salah artikan bahwa kedatangan ke pengajian di Kelurahan bukan untuk memberikan arahan ke pada warga masyarakat. Tapi sebaliknya kita ingin berbaur dengan masyarakat dengan niat semata-mata untuk Tholabul Ilmi sehingga bisa menyerap meteri yang disampaikan oleh para penceramah. Makanya, para penceramahnya juga alim ulama setempat. Lebih lanjut Diani mengutarakan, ada tiga hal yang bisa dicapai dengan cara mengunjungi wilayah melalui pengajian dua mingguan. Kita bisa bersilaturami dengan warga akan lebih luas. Kalalu dulu warga yang diundang Ke Balaikota hanya sedikit dan itupun yang datang orangnya hanya itu-itu saja. Selain itu dengan seringnya turun ke wilayah akan bisa mengenal seluk beluk Kota Bogor dengan berbagai permasalahan yang dihadapinya. Para pejabat Pemkot akan melihat langsung kondisi wilayah sehingga dapat menterjemahkan program yang dilaksanakan. Apabila selama ini hanya mendengar laporan diatas kertas cukup bagus. Namun dengan seringnya terjun ke wilayah bisa melihat langsung kondisi wilayah yang sebenarnya,â? tambahnya Jadi, selain untuk bertholabul Ilmi, kemudian melihat langsung kondisi di wilayah, Kalau umaro yang datang ke wilayah di harapkan akan terketuk dan tergerak hatinya semangat untuk berinfak dan bersodakhoh. Masalahnya, masih banyak masjid. musholla maupun pesantren yang ada di wilayah butuh perhatian karena kondisinya yang memprihatinkan. (iyan)
 
Kota Bogor
Kota Bogor   Talk Show Jakarta Marketing Week: "City Branding"
Kota Bogor   Kota Bogor Meraih Penghargaan IDSA Award
Kota Bogor   Tanya Jawab Walikota dengan Dewan Juri IDSA Award
Lebih Banyak Video

Website SKPD

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner